Skip to main content

Kumpulan memori sahabat-sahabatku

Aku bertanya dan meminta komentar teman-temanku yang semoga dilindungi Allah arti persahabatan dan bedanya dengan teman. Tulisan ini kukumpulkan sebelum akhirnya berpisah dari mereka setelah menyelesaikan pendidikan SMP.

Berikut tulisan tangan mereka:
Badzlina: Sahabat dan teman, beda deh. Alasannya, sahabat itu sekelompok orang yang deket banget. (tapi boleh berbaur), dan di dalamnya, mereka merasakn duka dan suka bersama, nggak pernah saling menyakiti, juga menghormati perasaan sesama, nggak pernah ada iri dangki, kesel 'n sebel, juga dendam. So, gitu deh. Sebetulnya menjalin "sahabat" itu nggak seperti yang dipikirkan, masak cuma deket aja dibilang sahabat"nggak layau". Trus juga fungsi sahabat itu adl mencurahkan perasaan yang ada dalam hati. So, ciri seorang sahabat, bisa nyimpen "RAHASIA"

Afifah: Menurut Aku temen sama sahabt itu beda tapi sama (Ngerti?!) bedanya itu kalau misalnya ada masalah paling enak ngomongsama sahabt. Tapi ada kalanya masalahnya sama sahabt sendiri, temen bisa juga jadi sahabt (Gitulah penjelasannnya!)

Zulaicho': Kalau menurutku emang beda. Tapi??!! Aku sekarang lebih memilih semua teman, karena kalau terlalu jauh sampai sahabat, ketika kita disakiti takkan pernah terhilangkan rasa pilu di hati ini, emang aku udah merasakn semuanya, tapi kaloaku bilang itu bukan sahabat, tapi hanya teman "spesial". Aku gak akan bilang mereka sahabt karena aku takut memisahkan mereka dengan sahabat pilihan mereka. Aku gak akan nyakitin hati org yg sepertihalnya orang itu sudah menyakiti hatiku.

Semoga temen2 terima yah aku tulis disini.. :) Masa lalu untuk dikenang dan dijadikan pelajaran.. xixi..

Comments

Popular posts from this blog

Romantika hidup seorang muslimah part 1 (cerbung)

"Ada yang mau taaruf sama kamu." Deg! Jantung Alia berdegup tak menentu. Ini pertama kalinya dengan resmi ia mendengar kalimat itu dari orang tuanya. Dimana itu artinya memang telah datang waktu baginya untuk diizinkan memiliki pendamping. Alia sangat bersyukur pada Allah, telah Dia datangkan waktu untuknya masuk ke dunia taaruf dan pernikahan. Padahal selama ini dia tidak pernah sama sekali membahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan hubungan laki-laki dan perempuan dengan orang tuanya. "Ayah yang minta tolong dengan Pak Ari untuk ngenalin kamu ke dia. Sebulan yang lalu dia ketemu ayahmu dan Pak Ari. Disitu Pak Ari menyampaikan ke dia mengenai kamu dan mengirimkan foto kamu ke dia. Sebulan kemudian barulah dia merespon." Alia mendengarkan cerita Ibunya yang tampak antusias. "Nanti dia mau langsung ketemu sama kamu. 2 minggu lagi. Siapinlah CV kamu, tukeran CV dulu. " Hatinya berdesir dan degup jantungnya semakin kencang. Tak per...

Romantika Hidup Seorang Muslimah Part 3 (Cerbung)

Mata Alia langsung menangkap sosoknya dari kejauhan. Tetapi Alia tidak berkeinginan untuk datang mendekat. Akhirnya Alia hanya menunggu di dekat pintu masuk pasar bersama Adiknya. Alia menunggu kabar dari Kak Bayu. Ting! "Di Izzi Pizza saja  Ya Dik," "Baik Kak." Alia pun segera menuju lokasi pertemuan. Kak Bayu duduk bersama temannya di sudut Restoran itu. Alia berjalan menuju tempat duduk mereka berusaha keras menekan ekspresi groginya. Alia berjalan tanpa melihat ke arah mereka. Setelah dekat, mereka mempersilakan Alia dan Adiknya untuk duduk. Dan percakapan dimulai dengan pembukaan salam dari Alia, karena tak satupun dari mereka membaca salam ketika Alia dan Adiknya datang. Setelah Alia membaca salam, mereka tersenyum, "Oh iya.., Wa'alaikumsalam. Ah Elu sih!" Kak Bayu mencolek temannya sambil tersenyum malu. Mereka pun tertawa bersama. Adik Alia siap-siap menyalakan telefon genggamnya untuk merekam. Dengan ragu-ragu dia mengelu...

Cerpen:Tolong Aku butuh jawaban

Hari ini pertama kali dia mengatakan kata-kata yang super menyakitkan. Padahal permintaanku simple. Ingin dengar kata, “kamu cantik’. Tapi bahkan sebelum aku mengutarakan keinginanku untuk mendengarkan itu..   Kami mau memulai shalat. Seperti biasa kadang aku suka menggoda dia. Kadang aku iseng supaya bisa dengar dia bilang sesuatu tentangku. Aku menatap matanya.   “Bang.. aku…” menatapnya sambil tersenyum penuh harap dan memicingkan mata dengan manja.   Tiba-tiba dengan wajah yang tersenyum tapi aneh, dia mengatakan”kenapa udah judge duluan kalau nggak bilang?”   Sungguh aku terkejut bukan main.   “Ya udah kalau nggak mau bilang nggak papa.”   “mentang-mentang abang nggak bilang udah di judge duluan.”   meski singkat perdebatan kami, disini aku tidak tahan lagi karena langsung menusuk hatiku. dan dia tidak pernah melakukan ini.   “udah bang, kalau abang ngomong lagi, aku bakal nangis.   Duh , bener aja aku...