Hari ini pertama kali dia mengatakan kata-kata yang super
menyakitkan. Padahal permintaanku simple. Ingin dengar kata, “kamu cantik’. Tapi
bahkan sebelum aku mengutarakan keinginanku untuk mendengarkan itu..
Kami mau memulai shalat. Seperti biasa kadang aku suka
menggoda dia. Kadang aku iseng supaya bisa dengar dia bilang sesuatu tentangku.
Aku menatap matanya.
“Bang.. aku…” menatapnya sambil tersenyum penuh harap dan memicingkan mata dengan manja.
Tiba-tiba dengan wajah yang tersenyum tapi aneh, dia
mengatakan”kenapa udah judge duluan kalau nggak bilang?”
Sungguh aku terkejut bukan main.
“Ya udah kalau nggak mau bilang nggak papa.”
“mentang-mentang abang nggak bilang udah di judge duluan.”
meski singkat perdebatan kami, disini aku tidak tahan lagi karena langsung menusuk hatiku. dan dia tidak pernah melakukan ini.
“udah bang, kalau abang ngomong lagi, aku bakal nangis.
Duh , bener aja aku menangis. Kami tetap laksanakan shalat
bersama tapi aku tidak bisa khusyuk sama sekali. Sepanjang shalat aku menangis
dan air mataku tidak bisa berhenti meski aku berusaha. Saat tahiyat air mataku
malah makin deras dan sesunggukan yang hebat. Selesai salam aku langsung lari
keluar. Dan duduk di teras rumah. Mungkin ada 15 menit aku hanya menangis. Aku berusaha
berfikir positif tapi tangisku tak mau berhenti.
Aku tau suamiku sedang kesulitan dengan pekerjaannya. Tapi aku
hanya tidak faham, apakah memuji istri dengan dua kalimat tersebut adalah
sesuatu yang sangat sulit saat sedang stress dengan pekerjaan? Apakah semua
suami seperti itu?
Toloong aku butuh jawaban.
Ingin aku berfikir
positif, “oh ya dia sedang sibuk malah aku ganggu dengan hal nggak berguna.”
Tapi terselip fikiran lain, “berarti aku ini pengganggu aja saat dia sedang
stress dengan pekerjaannnya.”
Muncul lagi pikiran lain, “apa dia udah nggak cinta?” kenapa hal ini jadi ikut terfikir? Karena kalau aku sedang stress dengan anak-anakku, aku berusaha untuk tidak melibatkan suamiku supaya dia nggak ikut stress. Dan ke suami tetap berusaha lemah lembut. Nggak menjadikan dia tempat pelampiasanku perihal anak-anakku yang selalu bikin aku ngurut dada. Tapi kok dia.. seperti itu reaksinya?
padahal aku menggoda dia karena ingin lihat dia tersenyum supaya bantu dia meringankan stressnya. tidak kusangka dia menanggapi dengan negatif.
Comments
Post a Comment