dari seseorang saya mendapatkan tulisan yg mengetuk hatiku.
(disalin dari note Handhung Dwi Nugroho - edited)
Terbayang olehku sorot mata yang tajam dan teduh bisa meluluhkan hati yang keras dan dapat menenangkan hati yang gusar. Ingin kusentuh dan kucium tangannya yang lembut bagaikan sutera. Dapat kucium harum tubuhnya yang lekat. Dapat kulihat tubuh tegap dan gagah yang Allah ciptakan dengan rupa terbaik.
Ingin aku berkata kepadanya:
“Ya Rasulullah do’akan aku agar dapat terangkat segala kesulitan hidupku, semoga Allah melapangkan rizkiku, do’akan aku ya Rasulullah agar baik urusanku di dunia dan akhirat dan jadikan aku kelak mendampingimu di surga, hidup abadi bersamamu.”
Namun...
Belum sempat aku membuka pintu rumahku, tiba-tiba aku teringat ruang tamuku ada televisi lengkap dengan DVD playernya, sebuah benda yang mungkin akan menjadi pertanyaan nabi terkasihku.“Benda apakah ini? Apa yang engkau saksikan di dalamnya?”
Oh... aku pasti malu, karena aku dan keluargaku sering menghabiskan waktu di depan televisi hingga lalai shalatku.
Aku mulai melihat sekelilingku, ternyata buku-buku bacaanku lebih banyak berisi buku-buku umum yang kumiliki. Bahkan Al-Quran yang ada nyaris hanya sebagai pajangan belaka karena covernya pun masih bagus dan halamannya masih rapi meski bertahun-tahun menghiasi ruang bacaku. Pasti Rasulullah akan bertanya kepadaku “Berapa banyak Al-Quran yang engkau baca setiap hari? Adakah buku-buku yang menceritakan tentang diriku?”
Ah... aku pasti akan terbata-bata menjawabnya, karena jarang sekali aku membukanya karena memang aku tidak tahu cara membacanya.
Aku mulai berjalan ke kamar tidurku kalau-kalau Rasulullah ingin bermalam di rumahku.
Ternyata di kamarku hanya ada sedikit ruang untuk shalat meskipun sekedar untuk badanku saja. Aduh, alangkah repotnya kalau Rasulullah mengajak kami shalat sunnah berjamaah, karena di rumahku tak ada mushola keluarga.
Aku melihat foto keluargaku terpampang di kamarku, ada wajah anak-anak yang ekspresinya lucu. Kalau Rasulullah melihat pasti akan aku ceritakan keceriaan mereka yang menggemaskan. Tapi... aku agak khawatir kalau Rasulullah bertanya “Apakah mereka mengenal nabinya dengan baik sebagaimana generasi masaku?”
Karena memang aku tidak pernah mengenalkan sosok tentang Rasulullah kepada mereka kecuali sedikit saja. Tentang kelahirannya di tahun gajah...Cuma itu saja yang aku ketahui tantang nabiku.
Oh, hatiku mulai teriris-iris oleh perasaan malu, khawatir dan cemas. Harapanku untuk berakrab-akrab dengan Rasulullah tercinta mulai pupus... Maafkan aku ya Rasulullah, aku belum bisa membuka pintu rumahku untukmu, karena masih banyak pertanyaan yang akan keluar dari lisanmu yang lembut sementara aku belum bisa menjawabnya.
Mungkin engkau akan menyaksikan wajahku dengan sebuah senyuman saja... ya sebuah senyuman...
Ayah dan Bunda, mari kita hadirkan sosok Rasulullah di rumah kita...
Disalin dari sebuah pengantar 16 koleksi buku “Muhammad Teladanku” (sirah nabawi untuk anak) by Sygma.
dari halaman note Facebook http://www.facebook.com/alfiesahid
http://www.facebook.com/notes/alfie-satria-hidayat/andai-rasulullah-mengetuk-pintu-rumahku/2840885353020
(disalin dari note Handhung Dwi Nugroho - edited)
Terbayang olehku sorot mata yang tajam dan teduh bisa meluluhkan hati yang keras dan dapat menenangkan hati yang gusar. Ingin kusentuh dan kucium tangannya yang lembut bagaikan sutera. Dapat kucium harum tubuhnya yang lekat. Dapat kulihat tubuh tegap dan gagah yang Allah ciptakan dengan rupa terbaik.
Ingin aku berkata kepadanya:
“Ya Rasulullah do’akan aku agar dapat terangkat segala kesulitan hidupku, semoga Allah melapangkan rizkiku, do’akan aku ya Rasulullah agar baik urusanku di dunia dan akhirat dan jadikan aku kelak mendampingimu di surga, hidup abadi bersamamu.”
Namun...
Belum sempat aku membuka pintu rumahku, tiba-tiba aku teringat ruang tamuku ada televisi lengkap dengan DVD playernya, sebuah benda yang mungkin akan menjadi pertanyaan nabi terkasihku.“Benda apakah ini? Apa yang engkau saksikan di dalamnya?”
Oh... aku pasti malu, karena aku dan keluargaku sering menghabiskan waktu di depan televisi hingga lalai shalatku.
Aku mulai melihat sekelilingku, ternyata buku-buku bacaanku lebih banyak berisi buku-buku umum yang kumiliki. Bahkan Al-Quran yang ada nyaris hanya sebagai pajangan belaka karena covernya pun masih bagus dan halamannya masih rapi meski bertahun-tahun menghiasi ruang bacaku. Pasti Rasulullah akan bertanya kepadaku “Berapa banyak Al-Quran yang engkau baca setiap hari? Adakah buku-buku yang menceritakan tentang diriku?”
Ah... aku pasti akan terbata-bata menjawabnya, karena jarang sekali aku membukanya karena memang aku tidak tahu cara membacanya.
Aku mulai berjalan ke kamar tidurku kalau-kalau Rasulullah ingin bermalam di rumahku.
Ternyata di kamarku hanya ada sedikit ruang untuk shalat meskipun sekedar untuk badanku saja. Aduh, alangkah repotnya kalau Rasulullah mengajak kami shalat sunnah berjamaah, karena di rumahku tak ada mushola keluarga.
Aku melihat foto keluargaku terpampang di kamarku, ada wajah anak-anak yang ekspresinya lucu. Kalau Rasulullah melihat pasti akan aku ceritakan keceriaan mereka yang menggemaskan. Tapi... aku agak khawatir kalau Rasulullah bertanya “Apakah mereka mengenal nabinya dengan baik sebagaimana generasi masaku?”
Karena memang aku tidak pernah mengenalkan sosok tentang Rasulullah kepada mereka kecuali sedikit saja. Tentang kelahirannya di tahun gajah...Cuma itu saja yang aku ketahui tantang nabiku.
Oh, hatiku mulai teriris-iris oleh perasaan malu, khawatir dan cemas. Harapanku untuk berakrab-akrab dengan Rasulullah tercinta mulai pupus... Maafkan aku ya Rasulullah, aku belum bisa membuka pintu rumahku untukmu, karena masih banyak pertanyaan yang akan keluar dari lisanmu yang lembut sementara aku belum bisa menjawabnya.
Mungkin engkau akan menyaksikan wajahku dengan sebuah senyuman saja... ya sebuah senyuman...
Ayah dan Bunda, mari kita hadirkan sosok Rasulullah di rumah kita...
Disalin dari sebuah pengantar 16 koleksi buku “Muhammad Teladanku” (sirah nabawi untuk anak) by Sygma.
dari halaman note Facebook http://www.facebook.com/alfiesahid
http://www.facebook.com/notes/alfie-satria-hidayat/andai-rasulullah-mengetuk-pintu-rumahku/2840885353020
Comments
Post a Comment