Dalam setahun terakhir, semakin marak slogan yang meramaikan dunia dengan mengajak untuk tampil tertutup dengan jilbab bagi para muslimah. Dimulai sejak fashion karya designer terkenal keturunan Jepang dan Inggris (http://penpatah.blogspot.com/2012/09/kisah-menarik-di-sebalik-pengislaman.html) yang telah melanglang buana ke beberapa negara karena keunikan design-designnya. Hana Tajima, Ia adalah seorang muallaf yang berasal dari keluarga penganut kristen. Ia menciptakan karya yang begitu disukai banyak orang. Karyanya yang cenderung trendi dan fashionable serta casual tetapi baginya syariat Islam tetap tidak dilupakan (trendi tapi syar'i). Karena karya designnya yang fashionable, membuat banyak orang semakin tertarik untuk memakai hijab atau dengan kata lain menutup aurat tetapi tetap fashionable dan trendi.
Sementara kata trendi untuk muslimah pun mulai merambah ke Indonesia, terlahirlah designer-designer muda yang sukses dan jika dilihat dengan kasat mata, semakin banyak orang yang mulai berhijab, jika dilihat secara positif. Dian Pelangi, Ria Miranda, Ghaida Tsurraya, Jenahara dan lain-lain. Dari merekalah semakin banyak bermunculan designer-designer muda yang terinspirasi dari mereka. Artis-artis pun bisa memakai hijab tanpa takut terlihat tua atau dengan kata lain terlihat terlalu biasa, "nggak ngartis gayanya". Hijab trendi ini menarik minat para wanita yang tadinya tidak berjilbab menjadi berjilbab.
Semua hal di atas secara kasat mata tampaknya memang membuat kita bangga dengan mereka, para designer. Akan tetapi, amat sangat disayangkan, gaya trendi ini menurut pendapatku membuat para muslimah terlena untuk berdandan secara berlebihan atau dengan kata lain bertabarruj. Mereka juga menghabiskan duit yang tidak sedikit, hanya untuk membeli baju-baju karya para designer dimana harganya yang menurutku cukup menguras kantong. Apalagi kantong para mahasiswi, atau mahasiswi yang baru selesai kuliah, atau pekerja dengan pendapatan yang tidak cukup banyak untuk bisa membeli barang-barang di luar kebutuhan.
Larangan bertabarruj terdapat dalam surat an-Nur:60
“Perempuan-perempuan tua yang telah
berhenti haid dan kehamilan yang tidak ingin menikah lagi, tidaklah
dosa atas mereka menanggalkan pakaian mereka tanpa bermaksud menampakkan
perhiasannya (tabarruj).”[al-Nuur:60]
Dari ayat di atas menjelaskan bahwa orang yang sudah tua dan berhenti haid saja masih dilarang untuk bertabarruj, apalagi bagi para gadis muda yang masih segar dan masih tampak jelas kecantikannya.
Banyak para muslimah yang memakai jilbab , tetapi lekuk badannya masih terlihat dengan jelas. Mereka berkerudung, tetapi tidak panjang menutupi bagian dada. Mereka berpakaian, tetapi karena bajunya yang pendek dan ketat serta celana jins yang ketat membuat pinggang mereka terumbar ke khalayak ramai. Sekarang yang sedang ngetren adalah "kepala alien". Begitulah aku menyebutnya, karena mereka mengenakan cepol buatan yang membuat kepala terlihat tinggi membentuk seperti punuk unta. Bagiku justru membuat kepala seperti alien dengan bentuk seperti benjolan besar di kepala meninggi ke atas. Dalam hal ini, aku pernah mendengar pembahasan mengenai sanggul tinggi di kepala dari serang Ustaz ternama, Ust. Felix Siaw, bahwa
“Ada dua golongan manusia yang
menjadi penghuni neraka, yang sebelumnya aku tidak pernah melihatnya;
yakni, sekelompok orang yang memiliki cambuk seperti ekor sapi yang
digunakan untuk menyakiti umat manusia; dan wanita yang membuka auratnya
dan berpakaian tipis merangsang berlenggak-lenggok dan berlagak,
kepalanya digelung seperti bonggol unta. Mereka tidak akan dapat masuk
ke syurga dan mencium baunya. Sedangkan, bau syurga dapat tercium dari jarak
sekian-sekian.” [HR. Imam Muslim]
dari hadits di atas, sanggul buatan yang dipakai para muslimah itu bisa jadi menjadi bagian dari hadits tersebut.
Terkadang aku malah berfikir bahwa tidak patut dan tidak pantas melihat muslimah yang berdandan secara berlebihan. Mereka memang terlihat cantik, tetapi sejak aku mengetahui bahwa bertabarruj itu dilarang, Aku berpendapat ada sisi negatifnya atas hasil karya para designer muslimah tersebut. Mereka yang berdandan untuk memperlihatkan kecantikannya, bukanlah para muslimah sejati. Cukuplah pasangan sendiri yang menikmati kecantikan dan kemolekan tubuh kita.
Walaupun begitu menurut hematku, karya fashion para designer muslimah ini tidaklah semuanya berlebihan. Ada beberapa karya mereka yang tetap menjaga syar'i dimana masih longgar dan menutupi badan, tidak ketat dan kerudung yang panjang menutup aurat tetap mereka ciptakan. Terlihat sederhana tetapi elegan. Dari karya mereka yang sederhana dan elegan ini, menurutku masih bisa kita ambil sebagai gaya muslimah yang syar'i tapi trendi. Misalnya seperti gamis tetapi potongannya yang terlihat elegan dan bagus tetapi tidak berlebihan. Rok yang warnanya lebih cerah tetapi sederhana. Atau pemakaian Pashmina yang bergaya tetapi tetap menutup aurat dimana ia panjang hingga menutupi dada dan tidak dengan sengaja memakai sanggul tinggi "kepala alien".
Tidak perlu berlebihan sampai-sampai terkadang malah terlihat aneh.
![]() |
| Sungguh sangat tidak muslimah |
Aku hanya ingin menyampaikan atas apa yang kuketahui. Semoga Allah memberikan kesadaran yang mendalam bagi kita para muslimah untuk terus memperbaiki diri dan menutup aurat dengan sempurna.
Wallahua'lam bi shawab.
Wallahua'lam bi shawab.


Comments
Post a Comment