Skip to main content

Dirimu Diriku

Dirimu ada di dalam diriku. Diriku ada di dalam dirimu. Berulang kali aku memandang wajahmu tiap lekuknya menggambarkan diriku. Terkadang dirimu selalu kukagumi aku senang karena aku ada di dalam dirimu.
Aku melihat dengan seksama, banyak cerita di dalam matamu, semuanya pun menggambarkan diriku. 
Ada suka, ada duka, ada cinta, ada benci, gurat kebahagiaan pun bisa tampak disana, tapi guratan sedih pula sesekali muncul. Aku bisa membaca semuanya bagai aku membaca diriku sendiri.
Allah Tuhanku yang juga menciptakanmu selalu mengirimkan nikmat hidup yang membuat dirimu bahagia bagaikan akupun dapat menikmatinya.
Aku nikmati wajahmu sepuasnya.. aku membaca segala yang tersirat karena ia bagaikan membaca diriku sendiri yang lemah tak berdaya dihadapan Tuhan
Kini aku tertunduk sedih, aku takut melihat wajahmu, aku tak ingin memiliki dosa yang sama denganmu! Aku tak mau terjerat dengan kehidupan dunia seperti dirimu yang telah melakukannya ketika alpa. Sadarlah! Dunia itu sebentar kawan! Aku ingin kau bisa masuk ke syurga, karena ia bagaikan membawaku kepadanya.
Aku melihat di sekelilingmu. Banyak kebahagiaan menanti jika kau pilih jalan yang benar. Dan aku berpaling ke arah lainnya, banyak juga kesengsaraan menantimu bila kau memilih jalan kegelapan.
Sadarlah kawan!
Terkadang aku berfikir untuk menggantikan dirimu.
Aku dirimu di dunia lain ini, di balik cermin ini, ingin sekali kau bisa membawaku kepada jalan kebenaran!
Jalan yang hakiki!
Semoga kau mampu kawan..
Dirimu adalah diriku.
Diriku adalah dirimu

Comments

Popular posts from this blog

Romantika hidup seorang muslimah part 1 (cerbung)

"Ada yang mau taaruf sama kamu." Deg! Jantung Alia berdegup tak menentu. Ini pertama kalinya dengan resmi ia mendengar kalimat itu dari orang tuanya. Dimana itu artinya memang telah datang waktu baginya untuk diizinkan memiliki pendamping. Alia sangat bersyukur pada Allah, telah Dia datangkan waktu untuknya masuk ke dunia taaruf dan pernikahan. Padahal selama ini dia tidak pernah sama sekali membahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan hubungan laki-laki dan perempuan dengan orang tuanya. "Ayah yang minta tolong dengan Pak Ari untuk ngenalin kamu ke dia. Sebulan yang lalu dia ketemu ayahmu dan Pak Ari. Disitu Pak Ari menyampaikan ke dia mengenai kamu dan mengirimkan foto kamu ke dia. Sebulan kemudian barulah dia merespon." Alia mendengarkan cerita Ibunya yang tampak antusias. "Nanti dia mau langsung ketemu sama kamu. 2 minggu lagi. Siapinlah CV kamu, tukeran CV dulu. " Hatinya berdesir dan degup jantungnya semakin kencang. Tak per...

Romantika Hidup Seorang Muslimah Part 3 (Cerbung)

Mata Alia langsung menangkap sosoknya dari kejauhan. Tetapi Alia tidak berkeinginan untuk datang mendekat. Akhirnya Alia hanya menunggu di dekat pintu masuk pasar bersama Adiknya. Alia menunggu kabar dari Kak Bayu. Ting! "Di Izzi Pizza saja  Ya Dik," "Baik Kak." Alia pun segera menuju lokasi pertemuan. Kak Bayu duduk bersama temannya di sudut Restoran itu. Alia berjalan menuju tempat duduk mereka berusaha keras menekan ekspresi groginya. Alia berjalan tanpa melihat ke arah mereka. Setelah dekat, mereka mempersilakan Alia dan Adiknya untuk duduk. Dan percakapan dimulai dengan pembukaan salam dari Alia, karena tak satupun dari mereka membaca salam ketika Alia dan Adiknya datang. Setelah Alia membaca salam, mereka tersenyum, "Oh iya.., Wa'alaikumsalam. Ah Elu sih!" Kak Bayu mencolek temannya sambil tersenyum malu. Mereka pun tertawa bersama. Adik Alia siap-siap menyalakan telefon genggamnya untuk merekam. Dengan ragu-ragu dia mengelu...

Cerpen:Tolong Aku butuh jawaban

Hari ini pertama kali dia mengatakan kata-kata yang super menyakitkan. Padahal permintaanku simple. Ingin dengar kata, “kamu cantik’. Tapi bahkan sebelum aku mengutarakan keinginanku untuk mendengarkan itu..   Kami mau memulai shalat. Seperti biasa kadang aku suka menggoda dia. Kadang aku iseng supaya bisa dengar dia bilang sesuatu tentangku. Aku menatap matanya.   “Bang.. aku…” menatapnya sambil tersenyum penuh harap dan memicingkan mata dengan manja.   Tiba-tiba dengan wajah yang tersenyum tapi aneh, dia mengatakan”kenapa udah judge duluan kalau nggak bilang?”   Sungguh aku terkejut bukan main.   “Ya udah kalau nggak mau bilang nggak papa.”   “mentang-mentang abang nggak bilang udah di judge duluan.”   meski singkat perdebatan kami, disini aku tidak tahan lagi karena langsung menusuk hatiku. dan dia tidak pernah melakukan ini.   “udah bang, kalau abang ngomong lagi, aku bakal nangis.   Duh , bener aja aku...