Bismillahirrahmanirrahim!
In the name of Allah the most gracious the Most Merciful, Praise be to Allah for everything, and Peace be upon Rasulullah SAW.
Pagi yang cerah di Patra Kuningan, Karyawan tempatku bekerja seperti biasa pada hari jum'at bersama-sama membaca al-ma'surat. Setelah itu Pak Jafril mengisi pagi Juma't dengan tausiyah yang menyejukkan hati. Pagi ini beliau membuka tausiyah dengan membaca surat Ali-Imran ayat 149
""Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menaati orang-orang kafir, niscaya mereka akan mengembalikan kamu ke belakang (murtad), maka kamu akan kembali menjadi orang yang merugi."
Di dalam ayat ini dijelaskan bahwa kita tidak boleh mengikuti orang-orang kafir. Karena orang-orang kafir sangat membenci ketika orang-orang Islam mematuhi ajaran agama yang rahmatan lil 'alamin. Bpk Jafril menceritakan secara singkat kisah mengenai para pemuda kahfi yang bersembunyi ke sebuah goa bersama seekor anjing demi menyelamatkan iman dari pemerintahan yang kafir pada zaman itu. Ashabul kahfi begitulah sebutan untuk sekelompok orang yang beriman pada masa pemerintahan Raja Diqyanus di Romawi, beberapa ratus tahun sebelum diutusnya nabi Isa as.
Aku akan menguraikan secara singkat sejarah mengenai Ashabul kahfi.
Pada zaman itu, pemerintahan Raja Diqyanus menganut kepercayaan terhadap penyembahan berhala, maka ketika sang raja mengetahui bahwa ada sekelompok pemuda yang tidak ikut menyembah berhala, ia marah dan menyuruh para pemuda ini untuk beriman kepada berhala. Tetapi para pemuda ini memegang teguh pada keyakinan mereka bahwa hanya Allahlah yang patut disembah. Maka si Raja zalim ini menyuruh para pengawalnya untuk membunuh Ashabul Kahfi. Mereka bersama seekor anjing pun berusaha lari dari sang Raja hingga mereka menemukan sebuah tempat persembunyian, sebuah Goa yang disebut sebagai al-Kahfi. Kisah al-Kahfi ini diabadikan di dalam al-Quran dan kisah mereka pun ada di dalam kitab Injil.
Dengan izin Allah mereka kemudian ditidurkan selama 309 tahun di dalam
gua, dan dibangkitkan kembali ketika masyarakat dan raja mereka sudah
berganti menjadi masyarakat dan raja yang beriman kepada Allah SWT (Ibnu
Katsir; Tafsir al-Quran al-’Adzim; jilid:3 ; hal.67-71).
Tercatat sudah dalam sejarah
Tujuh pemuda yang beriman
Melarikan diri kedalam gua
Demi menyelamatkan iman
Tujuh pemuda yang beriman
Melarikan diri kedalam gua
Demi menyelamatkan iman
Disangka tidur hanya sehari
Rupanya 309 tahun
Zaman bertukar beberapa kurun
Di bumi bersejarah Urdhu
Rupanya 309 tahun
Zaman bertukar beberapa kurun
Di bumi bersejarah Urdhu
Begitulah kuasa Ilahi
Kepada ashabul kahfi
Tiada mustahil di dunia ini
Kepada ashabul kahfi
Tiada mustahil di dunia ini
Jika kita beriman dan bertakwa
Tercatat sudah dalam sejarah
Tujuh pemuda yang beriman
Tulang belulang berserakan
Tulang dari binatang tunggangan
Juga anjing yang dinjanjikan syurga
Qitmir yang mulia
Tujuh pemuda yang beriman
Tulang belulang berserakan
Tulang dari binatang tunggangan
Juga anjing yang dinjanjikan syurga
Qitmir yang mulia
Tercatat sudah dalam sejarah
Tujuh pemuda yang beriman
Melarikan diri kedalam gua
Demi menyelamatkan iman
Tujuh pemuda yang beriman
Melarikan diri kedalam gua
Demi menyelamatkan iman
Maka kisah ini menunjukkan bahwa kita perlu memegang teguh keyakinan dan melindungi keimanan kita dari seruan para kafir durjana yang ingin menyesatkan ummat Islam. Kisah al-Kahfi ini tidak aku uraikan secara lengkap, tetapi kisah mereka bisa menjadi contoh bagi ummat Islam untuk berpegang teguh pada Quran dan Sunnah, dan tidak dibodoh-bodohi oleh orang-orang kafir.
Para Kuffar itu memiliki banyak cara dan pandai mencari celah untuk menyesatkan Ummat Islam. Mereka bergerak secara diam-diam dan ternyata usaha-usaha mereka yang diam-diam itu lebih berhasil dalam menyesatkan ummat Islam dibandingkan pada zaman dimana orang-orang kafir lebih cenderung memperlihatkan kebencian mereka secara terang-terangan dengan menyiksa kaum muslimin, melarang muslimah memakai pakaian yang menutup seluruh tubuh mereka, menghalangi mereka shalat, bahkan sampai dibunuh.
Akan tetapi walau perlakuan mereka yang terang-terangan itu berhasil, tetapi ternyata keberhasilan mereka lebih terlihat ketika mereka bergerak secara diam-diam. Itulah pendapatku. Kenapa?
Sebenarnya, penduduk Ummat Islam sudah menyebar ke seluruh dunia. Aku ingin memaparkan data dari sebuah blog mengenai jumlah muslimin yang tersebar di dunia saat ini. Ada beberapa sumber yang memaparkan jumlah penduduk muslim yang sudah memadati lebih dari 23.4% dunia pada tahun 2012. 30 tahun ke depan akan ada kemungkinan Islam memadati setengah dari penduduk dunia.
Tetapi seperti yang Rasulullah pernah sebutkan dalam haditsnya yang menyebutkan bahwa akan datang masa dimana penduduk muslimlah yang menguasai jumlah dari seluruh penduduk dunia. Tetapi mereka bagaikan buih di lautan yang artinya jumlah hanyalah sekedar jumlah, penduduk muslim yang banyak seakan tidak ada apa-apanya. Mereka hanya beragama Islam tetapi cara hidup mereka telah bercampur aduk dan orang-orang kafir itupun dengan mudahnya menyetir kehidupan penduduk muslim tersebut dengan membuat mereka menjauhi ajaran Islam yang seharusnya kaum muslimin patuhi. Muslim menjadi sekedar title, tidak lagi menjadi jalan hidup mereka.
Aku akan memberikan beberapa contoh dalam kehidupan sehari-hari terlebih di zaman modern ini. Misalnya di Indonesia, tempat paling terdekat yang bisa ku tulis sebagai contoh, semakin banyak bermunculan rumah makan dari berbagai negara yang tidak berlabelkan halal. Tetapi dengan mudahnya orang-orang berjilbab yang sudah jelas mereka merupakan muslim, masuk ke dalam dan menyantap makanan-makanan tersebut. Padahal belum tentu makanan yang mereka makan terbebas dari label haram menurut aturan Islam.
Contoh lainnya, acara televisi, semakin banyak acara-acara yang tidak layak kita tonton. Tetapi sebagian besar ummat Islam di Indonesia hanya bisa menonton acara-acara yang ada ketika mereka menyalakan televisi untuk sekedar mengisi waktu. Dari televisi mereka mengajarkan untuk membiasakan mata melihat orang yang tidak menutup auratnya, pergaulan bebas, anak smp yang bebas berpacaran, sinetron-sinetron murahan yang memperlihatkan para ABG hidup bebas. Walau sekarang semakin banyak sinetron yang bernuansa Islami dan menyampaikan da'wah di dalamnya. Tetapi terlena dalam menghabiskan waktu untuk menonton saja sudah merupakan hal yang sia-sia yang tidak diajarkan oleh Islam. Seharusnya waktu diisi dengan membaca buku-buku bermanfaat.
Sekarang pun semakin marak artis-artis dunia yang merpakan seorang muslim, sebut saja seperti sharukh khan, tetapi film-film yang ia perankan membawa pada mudharat. Dan kini muncul pula sebuah boyband, One Direction, ada salah seorang personilnya yang merupakan pemeluk Islam. Dia bangga dengan keislamannya, tetapi gaya hidup yang ia perlihatkan sungguh jauh dari Islam. Banyak anak-anak gadis dan bahkan yang sudah berumur mengidolakannya. Sungguh sangat disayangkan.
Banyak hal-hal yang tidak kita sadari, dimana telah menyusup orang-orang kafir secara perlahan untuk mengubah pola hidup kita yang membuat kita jauh dari ajaran Islam yang sebenarnya.
Maka jika mengikut pada kisah Ashabul Kahfi, para pemuda yang memegang teguh kepercayaannya, seharusnya merekalah yang kita jadikan tauladan untuk tetap Istiqamah dalam hidup ini. Karena jika kita sudah menaati orang-orang kafir itu, sebagaimana yang disebutkan di dalam surat Ali Imran di atas, mereka akan membuat kita kembali ke zaman kejahiliahan, yaitu zaman orang-orang bodoh.
Tetapi di dalam kisah Ashabul Kahfi ini, mereka menyembunyikan diri dari kejahiliahan masyarakat pada zaman itu. Akan tetapi untuk di zaman modern ini, kita di Indonesia yang hidup di tengah-tengah masyarakat 90% memeluk agama Islam sudah tentu bukan dengan cara menyembunyikan diri untuk menjauhi kejahiliahan. Indonesia masih memberikan rasa aman bagi penduduknya untuk hidup dengan kepercayaannya. Hanya saja penduduk Islam di Indonesia sudah banyak campur aduk pemikiran kuffar di dalamnya. Di sini akan lebih baik bila kita terjun ke tengah-tengah masyarakat dan menyampaikan da'wah untuk kebaikan Ummat daripada bersembunyi menghindarinya. Kecuali bila kita hidup di tengah-tengah masyarakat dengan pemerintahan yang kejam.
Tetapi di dalam kisah Ashabul Kahfi ini, mereka menyembunyikan diri dari kejahiliahan masyarakat pada zaman itu. Akan tetapi untuk di zaman modern ini, kita di Indonesia yang hidup di tengah-tengah masyarakat 90% memeluk agama Islam sudah tentu bukan dengan cara menyembunyikan diri untuk menjauhi kejahiliahan. Indonesia masih memberikan rasa aman bagi penduduknya untuk hidup dengan kepercayaannya. Hanya saja penduduk Islam di Indonesia sudah banyak campur aduk pemikiran kuffar di dalamnya. Di sini akan lebih baik bila kita terjun ke tengah-tengah masyarakat dan menyampaikan da'wah untuk kebaikan Ummat daripada bersembunyi menghindarinya. Kecuali bila kita hidup di tengah-tengah masyarakat dengan pemerintahan yang kejam.
Wallahu a'lam bi shawab
Segala yang benar datangnya dari Allah, segala yang salah datang dari saya dan mohon dimaafkan.
Wassalamua'alaikum wr.wb.kt
Narasumber: Jafril Khalil
Ditulis dan dimodifikasi oleh empunya blog
Narasumber: Jafril Khalil
Ditulis dan dimodifikasi oleh empunya blog
Comments
Post a Comment