Skip to main content

Pesta Kemenangan atas serangan Israel

Sejak 1 muharram di tahun ini serangan Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza terus terjadi. Media terus mengupdate keadaan Gaza. Lewat facebook pun dapat kulihat langsung gambar-gambar korban yang tewas dan terluka akibat serangan-serangan itu. Sungguh mengerikan dan tak terbayangkan. Kulit yang hangus terbakar, tangan dan kaki yang patah dan terlepas disertai sobekan daging di sekitarnya, darah berlumuran di sekujur tubuh dan lainnya yang tak dapat aku jelaskan secara detail. Sungguh merupakan pemandangan yang tak lazim bagi orang awam sepertiku. Perutku terasa mual karena gambar-gambar hasil kebiadaban Israel itu.


Bertahun-tahun sejak zaman Nabi Muhammad SAW Kaum Yahudi memang benci dan dengki terhadap Islam. Ada sejarah yang panjang antara Yahudi dan Islam. Hingga sampai di abad ini, di tahun ini, dimana ini adalah periode modern dan jahiliah kambali merajalela, periode dimana aku tumbuh besar. Saat ini umurku 22.

Dengan sejuta alasan Zionis Israel membenarkan perbuatan mereka. Membunuh para teroris. Itu salah satu alasan mereka. Tetapi kenyataanya tetap rakyatlah yang menjadi korbannya. Sungguh begitu kejam!

Tetapi ada satu fakta yang mereka tidak akan pernah ketahui tentang Muslim-muslim disana. Justru dengan serangan-serangan itulah menjadi jalan termudah bagi para pejuang Palestina dan rakyatnya untuk menemui Allah. Jalan paling singkat dan jalan yang paling mulia untuk mendapatkan syurganya.Mereka menanti gilirannya satu persatu. Giliran untuk dipanggil Allah. Pesta kemenangan sebagai syuhada. Itulah impian penduduk Muslim Gaza yang tengah dikepung oleh musuh bebuyutan Islam! Bahkan telah disebutkan oleh Allah dalam ayat Al-Quran bahwa mereka adalah kumpulan manusia terlaknat di muka bumi ini. 

Qur’an menyebutkan kata Yahudi sebanyak delapan kali, satu di antaranya dalam bentuk kata sifat. Kata Yahudi termuat dalam Surat al-Baqarah 02:113 dan 120, Surat al-Ma’idah 05:18, 51, 64 dan 82 dan Surat al-Taubah 09:30. Semua ayat yang menyebutkan kata Yahudi, termasuk kategori ayat madaniyah, yakni ayat yang diwahyukan sesudah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam hijrah ke kota Yastrib (Madinah).(http://www.akhirzaman.info/yahudi/yahudi-dan-islam/2070-yahudi-menurut-al-quran-.html)

“Dan orang-orang Yahudi berkata: "Orang-orang Nashrani itu tidak mempunyai suatu pegangan", dan orang-orang Nasrani berkata: "Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan," padahal mereka (sama-sama) membaca Al Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili di antara mereka pada hari kiamat, tentang apa-apa yang mereka berselisih padanya.” [QS al-Baqarah 2:113]
 
“Orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” [QS al-Baqarah 2:120]

“Orang-orang Yahudi dan Nashrani mengatakan: "Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya". Katakanlah: "Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?" (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu).” [QS al-Ma’idah 5:18]

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nashrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim.” [QS al-Ma’idah 5:51]

“Orang-orang Yahudi berkata: "Tangan Allah terbelenggu", sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al Qur'an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan.”[QS al-Ma’idah 5:64]

“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persabahatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nashrani". Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nashrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri.”[QS al-Ma’idah 5:82]

“Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putra Allah" dan orang Nashrani berkata: "Al Masih itu putra Allah". Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?”[QS at-Taubah 9:30]

Dengan sebutan Bani Isra’il, ditampilkan  40 kali, baik dalam ayat yang termasuk kategori makkiyah maupun madaniyah. Kata Isra’il disebut hanya sekali dalam Surat Maryam 19:58, yang termasuk kategori ayat Madaniyah. (Baqi, 1981 : 33, 137 dan 775).
 “Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israel, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” [QS Maryam 19:58]
Sebutan  Hud (an)  disebut di dalam surat al-Baqarah 02:111, 135 dan 140  yang termasuk katagori ayat madaniyah. Di sini perlu dibedakan antara kata Hud (an) dalam ayat tersebut di atas yang menunjuk kepada umat atau bangsa, dengan kata yang sama dalam surat al-A'raf  07:65, surat Hud 11:50 dan 58 yang menunjuk nama seorang nabi, yaitu Nabi Hud. Yang kedua ini semuanya termasuk katagori ayat makkiyah.
 “Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: "Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nashrani". Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar".” [QS al-Baqarah 02:111]

“Dan mereka berkata: "Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nashrani, niscaya kamu mendapat petunjuk". Katakanlah: "Tidak, bahkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan buka nlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik". [QS al-Baqarah 02:135]
“ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nashrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakqub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nashrani? Katakanlah: "Apakah kamu yang lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih dzalim daripada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?" Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan.” [QS al-Baqarah 02:140]

“Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Ad saudara mereka, Hud. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?" [QS a’-‘Araf 7:65]

“Dan kepada kaum Ad (Kami utus) saudara mereka, Hud. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Kamu hanyalah mengada-adakan saja.” [QS Hud 50]

“Dan tatkala datang adzab Kami, Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat dari Kami; dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari `adzab yang berat.”[QS Hud 58]
(http://www.akhirzaman.info/yahudi/yahudi-dan-islam/2070-yahudi-menurut-al-quran-.html)

Semoga Allah melaknat mereka semua!

Keyakina yang dimilki rakyat Gaza inilah yang benar-benar membuatku terharu. Mereka yakin dengan penyerangan israel menjadi jalan termudah untuk mencapai pintu syurgaNya. Sampai saat ini telah banyak yang dipanggil Allah dengan cara mulia. Kini yang kutakutkan adalah, bila aku sendiri yang mencatat kebaik-kebaikan dan keburukanku, buku yang manakah yang akan lebih banyak isinya? Aku malu dengan orang-orang Gaza itu. Ternyata imanku masih sangat lemah. Aku tak bisa menyombongkan diri dengan apa yang kuketahui sekarang.

Ya Allah, lindungiorang-orang palestin. Terimalah para syuhada disisimu, letakkan mereka di tempat terindah..
Berilah kami keimanan seperti yang dimiliki oleh rakyat Gaza itu.. Amin Ya Rabbal 'Alamin..

Comments

Popular posts from this blog

Romantika hidup seorang muslimah part 1 (cerbung)

"Ada yang mau taaruf sama kamu." Deg! Jantung Alia berdegup tak menentu. Ini pertama kalinya dengan resmi ia mendengar kalimat itu dari orang tuanya. Dimana itu artinya memang telah datang waktu baginya untuk diizinkan memiliki pendamping. Alia sangat bersyukur pada Allah, telah Dia datangkan waktu untuknya masuk ke dunia taaruf dan pernikahan. Padahal selama ini dia tidak pernah sama sekali membahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan hubungan laki-laki dan perempuan dengan orang tuanya. "Ayah yang minta tolong dengan Pak Ari untuk ngenalin kamu ke dia. Sebulan yang lalu dia ketemu ayahmu dan Pak Ari. Disitu Pak Ari menyampaikan ke dia mengenai kamu dan mengirimkan foto kamu ke dia. Sebulan kemudian barulah dia merespon." Alia mendengarkan cerita Ibunya yang tampak antusias. "Nanti dia mau langsung ketemu sama kamu. 2 minggu lagi. Siapinlah CV kamu, tukeran CV dulu. " Hatinya berdesir dan degup jantungnya semakin kencang. Tak per...

Romantika Hidup Seorang Muslimah Part 3 (Cerbung)

Mata Alia langsung menangkap sosoknya dari kejauhan. Tetapi Alia tidak berkeinginan untuk datang mendekat. Akhirnya Alia hanya menunggu di dekat pintu masuk pasar bersama Adiknya. Alia menunggu kabar dari Kak Bayu. Ting! "Di Izzi Pizza saja  Ya Dik," "Baik Kak." Alia pun segera menuju lokasi pertemuan. Kak Bayu duduk bersama temannya di sudut Restoran itu. Alia berjalan menuju tempat duduk mereka berusaha keras menekan ekspresi groginya. Alia berjalan tanpa melihat ke arah mereka. Setelah dekat, mereka mempersilakan Alia dan Adiknya untuk duduk. Dan percakapan dimulai dengan pembukaan salam dari Alia, karena tak satupun dari mereka membaca salam ketika Alia dan Adiknya datang. Setelah Alia membaca salam, mereka tersenyum, "Oh iya.., Wa'alaikumsalam. Ah Elu sih!" Kak Bayu mencolek temannya sambil tersenyum malu. Mereka pun tertawa bersama. Adik Alia siap-siap menyalakan telefon genggamnya untuk merekam. Dengan ragu-ragu dia mengelu...

Cerpen:Tolong Aku butuh jawaban

Hari ini pertama kali dia mengatakan kata-kata yang super menyakitkan. Padahal permintaanku simple. Ingin dengar kata, “kamu cantik’. Tapi bahkan sebelum aku mengutarakan keinginanku untuk mendengarkan itu..   Kami mau memulai shalat. Seperti biasa kadang aku suka menggoda dia. Kadang aku iseng supaya bisa dengar dia bilang sesuatu tentangku. Aku menatap matanya.   “Bang.. aku…” menatapnya sambil tersenyum penuh harap dan memicingkan mata dengan manja.   Tiba-tiba dengan wajah yang tersenyum tapi aneh, dia mengatakan”kenapa udah judge duluan kalau nggak bilang?”   Sungguh aku terkejut bukan main.   “Ya udah kalau nggak mau bilang nggak papa.”   “mentang-mentang abang nggak bilang udah di judge duluan.”   meski singkat perdebatan kami, disini aku tidak tahan lagi karena langsung menusuk hatiku. dan dia tidak pernah melakukan ini.   “udah bang, kalau abang ngomong lagi, aku bakal nangis.   Duh , bener aja aku...