Beberapa hari yang lalu, aku baru saja membaca sebuah artikel pendek karya juniorku di kampus mengenai kecenderungan orang untuk meninggalkan kewajiban tapi mencintai hak-haknya. Cara penyampaiannya kocak, tetapi sarat dengan makna. Beliau memulai tulisannya dengan pembahasan mengenai keinginan setiap orang untuk memiliki pasangan yang sempurna. Lalu terbetik di fikiranku untuk mengungkapkan apa pendapatku mengenai ini.
"Gua tuh pengennya cewek or istri yang 11S: Solehah, Setia, Sabar, Subur, Sumringah, Santun, Sayang, Seksi, dan Siap-Sedia-Selalu", ujarnya.
Kalo kata cewek, "Aku sih pengenya punya cowok or suami tuh yang Wibawa gituh loh... Wii..bawa coklat. Wiii..bawa kado. Wii..bawa mobil. Wii..bawa duit. Wii..bawa segala macem yang aku pengen..^^".
Begitulah kira-kira isi pembukaan tulisan juniorku. Memang aku sangat setuju dengan pendapatnya mengenai ini. Setiap orang menginginkan pasangan atau kekasih sejatinya ialah orang yang sempurna. Tetapi banyak yang melupakan bahwa dengan berkeinginan memiliki pasangan yang sempurna itu, seharusnya dibarengi dengan peningkatan kualitas diri sendiri agar bisa memiliki pasangan yang sempurna sesuai impiannya. Walau tak ada manusia yang sempurna, tetapi tidak dapat dipungkiri kriteria wanita shalihah dan pria shalih juga mapan pasti jadi salah satu kriteria umum untuk pasangan impian.
Doa minta jodoh shalih atau shalihah pada Allah, tiap shalat tak lupa disebutkan. Tetapi dia lupa bahwa dirinya pun seharusnya berusaha menjadi seorang yang shalih atau shalihah untuk pasangannya. Karena seseorang dengan agama yang kuat , insyaAllah akan membangun keluarga yang bahtera rumah tangganya kuat dan saling mencintai karena Allah, serta selalu memiliki izzah sebagai keluarga mukmin. Dari keluarga seperti inilah yang Rasulullah harapkan bisa memberikan keturunan yang banyak untuk menjadi bagian dari ummat Beliau dan dari keluarga seperti ini pulalah, insyaAllah akan lahir keturunan yang shalih dan shalihah karena didikan dari Ibu yang Shalihah dan Bapaknya yang shalih.
Masing-masing orang sibuk memikirkan cara untuk mendapatkan pasangan yang shalih, rajin shalat, cerdas, baik, perhatian, dan lain-lain. Sedangkan dirinya sendiri tidak memelihara waktu shalatnya, jarang ke mesjid, tidak memelihara shalat sunnahnya, malas memperdalam ilmunya, jarang mengaji, dan hal-hal lain yang tidak menunjukkan kualitas baik dari dirinya.
Maka dari itulah kewajiban setiap muslim untuk terus meningkatkan kualitas keimanan mereka, dan ada keseimbangan dalam hidup ini. Meminta hak untuk mendapatkan seorang istri shalihah atau suami yang shalih, tetapi melupakan kewajibannya untuk beribadah pada Allah, dimana pula letak keseimbangan jadinya?
Memang Rasulullah SAW telah menyampaikan pada kita bahwa ;
Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda : “Perempuan itu dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, lalu pilihlah perempuan yang beragama niscaya kamu bahagia.” (Muttafaqun ‘Alaihi)
Dari hadits tersebut menjadi pegangan utama setiap muslim dalam mencari wanita pilihan. Sebaliknya pun perempuan berhak memilih seperti apa pasangan yang diinginkannya merujuk pada hadits Rasulullah di atas, tentunya seorang yang taat dalam beragamalah lelaki pilihan untuk dijadikan imam bagi dirinya dan anak-anaknya kelak.
Aku menuliskan ini bukan berarti aku menilai diriku telah baik dan keimananku telah kuat. Hanya Allahlah yang berhak menilai kualitas iman seseorang. Tetapi terlepas dari itu kita tetap berusaha meningkatkan diri kita untuk lebih dekat pada Allah dengan menjalani perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Aku menulis ini sekedar mengingatkan diriku dan kawan-kawanku sekalian untuk menginstropeksikan diri, seperti apakah keadaan iman kita saat ini. Kita mengaharapkan datangnya pasangan yang baik dan shalih, tapi apakah diri kita cukup baik dan cukup shalih untuk itu?
Aku pun hanya manusia yang terkadang imannya naik dan turun. Tetapi aku selalu berdoa pada Allah agar hatiku tidak terombang -ambing dan semoga Allah tidak membiarkanku terlena dengan cinta pada dunia. Aku belajar dan terus belajar untuk meningkatkan diriku agar bisa sesuai dengan imam impianku. Walaupun Allah memang telah menentukan jodohnya masing-masing, kita sebagai manusia tentunya memiliki keinginan dan rencana. Tetapi, tetap Allahlah yang pembuat rencana yang Terbaik bagi hamba-hambaNya.
Segala kekurangan itu tentunya datang dariku, segala kelebihan datangnya hanya dari Allah SWT.
Tak lupa aku ingin menuliskan sepenggal doa dari sebuah website yang berisi;
"Ya Allah cintakan aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya padaMu, agar cintaku padaMu pun semakin kuat..."
Betapa mudah dan indahnya andai semua orang selalu meningkatkan kualitas diri dan kualitas cintanya pada Allah...
Subhanallah..
"Gua tuh pengennya cewek or istri yang 11S: Solehah, Setia, Sabar, Subur, Sumringah, Santun, Sayang, Seksi, dan Siap-Sedia-Selalu", ujarnya.
Kalo kata cewek, "Aku sih pengenya punya cowok or suami tuh yang Wibawa gituh loh... Wii..bawa coklat. Wiii..bawa kado. Wii..bawa mobil. Wii..bawa duit. Wii..bawa segala macem yang aku pengen..^^".
Begitulah kira-kira isi pembukaan tulisan juniorku. Memang aku sangat setuju dengan pendapatnya mengenai ini. Setiap orang menginginkan pasangan atau kekasih sejatinya ialah orang yang sempurna. Tetapi banyak yang melupakan bahwa dengan berkeinginan memiliki pasangan yang sempurna itu, seharusnya dibarengi dengan peningkatan kualitas diri sendiri agar bisa memiliki pasangan yang sempurna sesuai impiannya. Walau tak ada manusia yang sempurna, tetapi tidak dapat dipungkiri kriteria wanita shalihah dan pria shalih juga mapan pasti jadi salah satu kriteria umum untuk pasangan impian.
Doa minta jodoh shalih atau shalihah pada Allah, tiap shalat tak lupa disebutkan. Tetapi dia lupa bahwa dirinya pun seharusnya berusaha menjadi seorang yang shalih atau shalihah untuk pasangannya. Karena seseorang dengan agama yang kuat , insyaAllah akan membangun keluarga yang bahtera rumah tangganya kuat dan saling mencintai karena Allah, serta selalu memiliki izzah sebagai keluarga mukmin. Dari keluarga seperti inilah yang Rasulullah harapkan bisa memberikan keturunan yang banyak untuk menjadi bagian dari ummat Beliau dan dari keluarga seperti ini pulalah, insyaAllah akan lahir keturunan yang shalih dan shalihah karena didikan dari Ibu yang Shalihah dan Bapaknya yang shalih.
Masing-masing orang sibuk memikirkan cara untuk mendapatkan pasangan yang shalih, rajin shalat, cerdas, baik, perhatian, dan lain-lain. Sedangkan dirinya sendiri tidak memelihara waktu shalatnya, jarang ke mesjid, tidak memelihara shalat sunnahnya, malas memperdalam ilmunya, jarang mengaji, dan hal-hal lain yang tidak menunjukkan kualitas baik dari dirinya.
Maka dari itulah kewajiban setiap muslim untuk terus meningkatkan kualitas keimanan mereka, dan ada keseimbangan dalam hidup ini. Meminta hak untuk mendapatkan seorang istri shalihah atau suami yang shalih, tetapi melupakan kewajibannya untuk beribadah pada Allah, dimana pula letak keseimbangan jadinya?
Memang Rasulullah SAW telah menyampaikan pada kita bahwa ;
Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda : “Perempuan itu dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, lalu pilihlah perempuan yang beragama niscaya kamu bahagia.” (Muttafaqun ‘Alaihi)
Dari hadits tersebut menjadi pegangan utama setiap muslim dalam mencari wanita pilihan. Sebaliknya pun perempuan berhak memilih seperti apa pasangan yang diinginkannya merujuk pada hadits Rasulullah di atas, tentunya seorang yang taat dalam beragamalah lelaki pilihan untuk dijadikan imam bagi dirinya dan anak-anaknya kelak.
Aku menuliskan ini bukan berarti aku menilai diriku telah baik dan keimananku telah kuat. Hanya Allahlah yang berhak menilai kualitas iman seseorang. Tetapi terlepas dari itu kita tetap berusaha meningkatkan diri kita untuk lebih dekat pada Allah dengan menjalani perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Aku menulis ini sekedar mengingatkan diriku dan kawan-kawanku sekalian untuk menginstropeksikan diri, seperti apakah keadaan iman kita saat ini. Kita mengaharapkan datangnya pasangan yang baik dan shalih, tapi apakah diri kita cukup baik dan cukup shalih untuk itu?
Aku pun hanya manusia yang terkadang imannya naik dan turun. Tetapi aku selalu berdoa pada Allah agar hatiku tidak terombang -ambing dan semoga Allah tidak membiarkanku terlena dengan cinta pada dunia. Aku belajar dan terus belajar untuk meningkatkan diriku agar bisa sesuai dengan imam impianku. Walaupun Allah memang telah menentukan jodohnya masing-masing, kita sebagai manusia tentunya memiliki keinginan dan rencana. Tetapi, tetap Allahlah yang pembuat rencana yang Terbaik bagi hamba-hambaNya.
Segala kekurangan itu tentunya datang dariku, segala kelebihan datangnya hanya dari Allah SWT.
Tak lupa aku ingin menuliskan sepenggal doa dari sebuah website yang berisi;
"Ya Allah cintakan aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya padaMu, agar cintaku padaMu pun semakin kuat..."
Betapa mudah dan indahnya andai semua orang selalu meningkatkan kualitas diri dan kualitas cintanya pada Allah...
Subhanallah..

Comments
Post a Comment