Skip to main content

Kekayaan untuk Orang yang Bersyukur

Seperti biasa Aku berkumpul bersama keluarga setiap akhir pekan untuk mengkaji Al-Quran dan Hadits dimana Ayahku sendirilah yang menjadi guru kami. Hari ini kami membahas mengenai Syukur. Sebenarnya topik ini selalu dibahas, tetapi pengulangan topik ini tidak pernah buat kami jemu mendengarnya. Karena ada... saja kisah yang menggembirakan, mengharukan, motivator dan penyemangat untuk kami dari topik syukur.

Dimulai dari kata Allah Maha Besar, Allah Maha Kuasa, Allah Yang Maha Pemurah dan Allah Yang Maha Pengasih, dimana merupakan bagian dari nama-nama Allah menjadi kekuatan bagi setiap manusia untuk mensyukuri atas segala nikmat dan karuniaNya. 

Dalam keadaan apapun kita , baik di saat sedih, senang, susah, dan lain-lain rasa syukur harus selalu kita ingat. Rasa syukur inilah yang menjadi kekuatan kita. Rasa syukur ini jugalah yang membuat kita merasa cukup dengan apa yang telah kita milliki walaupun kita memiliki segudang keinginan yang belum tercapai.

Kehidupanku tergolong cukup mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup. Walaupun tidaklah terlalu kaya, tapi segala apa yang kami miliki kini, telah melebihi dari standar yang cukup bagi kami. Tentunya keadaaan ini, seharusnya rasa syukurlah yang harus kumiliki. Rasa syukur ini terkadang tidak selalu dengan mudahnya muncul. Tetapi memerlukan suatu kondisi, kekuatan, dan penilaian hidup.

Untuk memunculkan rasa syukur itu sebenarnya mudah. Hanya saja tergantung masing-masing dari kita. Apakah kita mau bertafakur dan mengingat semua kelebihan yang kita miliki dan memunculkan rasa yang cukup terhadap apa yang sudah kita miliki. Untuk memiliki rasa syukur, lihatlah ke bumi, bukan lihat ke langit. Kata-kata ini sering kudengar. Yang berarti, lihatlah ke orang-orang sekitar kamu yang tidak mampu dan hidup dalam kesulitan.

Sebut saja seperti, Rumah saja terbuat dari gabus dan kardus, lapiknya dari koran, tempat tidur hanya beralaskan kain tipis yang mungkin sudah sobek dan kumal. Siapakah yang dapat membayangkan untuk hidup nyaman dengan keadaan seperti itu? Toiletnyapun hanya sekedar toilet natural. Dimana mereka hanya menggunakan air di tepi-tepi kali untuk memenuhi hajat mereka. Di kali itu pulalah mereka bermain-main air, mencuci baju, mandi, buang air :( dan kegiatan-kegiatan lainnya untuk kehidupan mereka sehari-hari. Pemandangan itu sering dapat kita lihat di pinggiran kali kota-kota besar.  

Bagaimana mungkin kita bisa mengeluh kurangnya duit untuk beli handphone. Kurangnya duit untuk makan makanan favorit kita. Mengeluh akan fasilitas kantor yang tidak memadai. Mengeluh akan ibu kita yang tukang ngomel setiap hari untuk mengingatkan kita. Mengeluh karena kita tidak bisa membeli pakaian yang cantik seperti si dia. Mengeluh akan panasnya udara karena AC tidak menyala. Banyak keluhan-keluhan yang remeh temeh membuat kita terlihat seperti manusia penuh kekurangan. Semua keluhan-keluhan itu menunjukkan betapa kita tidak bersyukur.

Contoh nyata saat ini yang memilukan adalah serangan-serangan Israel terhadap penduduk Gaza. Bila kita lihat keadaan seperti orang-orang di Gaza yang setiap hari menerima kiriman rudal sperti yang terjadi setiap tahunnya, lihatlah betapa kita sangat beruntung hidup di negara yang aman dari serangan-serangan seperti itu. Myanmar dan suriah pun, mereka hidup dalam ancaman kematian yang bisa datang kapan saja.  

Bila kita lihat ke atas, apa yang orang-orang kaya itu miliki sungguh membuat kita iri, dan membuat kita bermimpi untuk memilikinya pula. Mereka dengan mudahnya membeli perhiasan-perhiasan mahal, dengan mudahnya mereka berlibur ke Eropa. Mereka terlihat senang dengan apa yang mereka miliki. Tetapi, pada kenyataannya, mereka adalah orang-orang yang selalu gelisah, dan merasa tidak cukup dengan kelebihan dan kekayaan yang mereka miliki. Itulah mereka orang-orang yang tidak bersyukur. Kekayaan telah mereka miliki, tapi mereka melihat orang-orang di atas mereka yang lebih kaya lagi. Maka kekayaan yang telah dimiliki masih tidak cukup bagi mereka. Karena ketidaksyukuran itulah yang membuat banyak perilaku menyimpang seperti korupsi, menjual narkoba milyaran rupiah, dan lain-lain bermunculan.

Bagiku cukuplah dengan kesederhanaan, asal dipenuhi dengan rasa cinta dan kasih sayang di sekitar kita. Cinta  orang tua, cinta dari suami kita, cinta dari istri, cinta dari saudara-saudara kita, cinta dari anak-anak kita. Semua itu sudah merupakan salah satu hal yang membuat rasa syukur itu patut dimiliki oleh seorang anak manusia.  Tentunya cinta Allah dan RasulNya lah yang lebih kita harapkan.

Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang bersyukur, tenang, dan adem ayem walau masalah yang kita miliki banyak dan rumit.Dengan rasa syukur akan membuat kita selalu merasa tenang dan kaya. Percayalah padaku!

Saat pengajian ini, ada satu cerita yang tidak pernah Ayahku ceritakan kepada kami. Beliau beberapa kali telah diselamatkan oleh malaikat. Sungguh ini masuk ke dalam daftar hal yang patut aku syukuri.
Beliau beberapa kali mengajar di Bogor sampai larut malam. suatu ketika dalam perjalanan pulang, Ayahku tak bisa menahan rasa kantuknya. Saat itu beliau sedang mengemudi dengan kecepatan yang jauh di atas normalnya. Sesaat Ayahku terlelap dalam kantuknya. Tapi , untungnya Beliau langsung tersadar dan membenarkan kemudinya. Karena mobil hampir saja mengarah ke pagar tol, dan Beliau mengucap istighfar berkali-kali. Tentulah itu malaikat yang menolong Beliau. Kalau tidak, tentu kecelakaan besar sudah terjadi. Dan siapa yang tahu, mungkin Aku tak akan memiliki Ayah yang sehat seperti saat ini atau mungkin aku tak dapat lagi melihat senyumnya. (Na'uzubillahimin dzalik) dan Alhamdulillah for everything Y Allah...



Comments

Popular posts from this blog

Romantika hidup seorang muslimah part 1 (cerbung)

"Ada yang mau taaruf sama kamu." Deg! Jantung Alia berdegup tak menentu. Ini pertama kalinya dengan resmi ia mendengar kalimat itu dari orang tuanya. Dimana itu artinya memang telah datang waktu baginya untuk diizinkan memiliki pendamping. Alia sangat bersyukur pada Allah, telah Dia datangkan waktu untuknya masuk ke dunia taaruf dan pernikahan. Padahal selama ini dia tidak pernah sama sekali membahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan hubungan laki-laki dan perempuan dengan orang tuanya. "Ayah yang minta tolong dengan Pak Ari untuk ngenalin kamu ke dia. Sebulan yang lalu dia ketemu ayahmu dan Pak Ari. Disitu Pak Ari menyampaikan ke dia mengenai kamu dan mengirimkan foto kamu ke dia. Sebulan kemudian barulah dia merespon." Alia mendengarkan cerita Ibunya yang tampak antusias. "Nanti dia mau langsung ketemu sama kamu. 2 minggu lagi. Siapinlah CV kamu, tukeran CV dulu. " Hatinya berdesir dan degup jantungnya semakin kencang. Tak per...

Romantika Hidup Seorang Muslimah Part 3 (Cerbung)

Mata Alia langsung menangkap sosoknya dari kejauhan. Tetapi Alia tidak berkeinginan untuk datang mendekat. Akhirnya Alia hanya menunggu di dekat pintu masuk pasar bersama Adiknya. Alia menunggu kabar dari Kak Bayu. Ting! "Di Izzi Pizza saja  Ya Dik," "Baik Kak." Alia pun segera menuju lokasi pertemuan. Kak Bayu duduk bersama temannya di sudut Restoran itu. Alia berjalan menuju tempat duduk mereka berusaha keras menekan ekspresi groginya. Alia berjalan tanpa melihat ke arah mereka. Setelah dekat, mereka mempersilakan Alia dan Adiknya untuk duduk. Dan percakapan dimulai dengan pembukaan salam dari Alia, karena tak satupun dari mereka membaca salam ketika Alia dan Adiknya datang. Setelah Alia membaca salam, mereka tersenyum, "Oh iya.., Wa'alaikumsalam. Ah Elu sih!" Kak Bayu mencolek temannya sambil tersenyum malu. Mereka pun tertawa bersama. Adik Alia siap-siap menyalakan telefon genggamnya untuk merekam. Dengan ragu-ragu dia mengelu...

Cerpen:Tolong Aku butuh jawaban

Hari ini pertama kali dia mengatakan kata-kata yang super menyakitkan. Padahal permintaanku simple. Ingin dengar kata, “kamu cantik’. Tapi bahkan sebelum aku mengutarakan keinginanku untuk mendengarkan itu..   Kami mau memulai shalat. Seperti biasa kadang aku suka menggoda dia. Kadang aku iseng supaya bisa dengar dia bilang sesuatu tentangku. Aku menatap matanya.   “Bang.. aku…” menatapnya sambil tersenyum penuh harap dan memicingkan mata dengan manja.   Tiba-tiba dengan wajah yang tersenyum tapi aneh, dia mengatakan”kenapa udah judge duluan kalau nggak bilang?”   Sungguh aku terkejut bukan main.   “Ya udah kalau nggak mau bilang nggak papa.”   “mentang-mentang abang nggak bilang udah di judge duluan.”   meski singkat perdebatan kami, disini aku tidak tahan lagi karena langsung menusuk hatiku. dan dia tidak pernah melakukan ini.   “udah bang, kalau abang ngomong lagi, aku bakal nangis.   Duh , bener aja aku...