Nah, sepanjang yang aku ketahui, salah satu kekurangannya adalah susah untuk menerima nasehat dan juga sulit untuk menerima kritikan. Padahal keduanya adalah untuk kebaikan dia juga. Btw, sulit terima nasehat sama sulit terima kritikan tu sama nggak ya? hmm.. bingung. hihi
Aku mengatakan ini berdasarkan penilaian terhadap diriku sendiri. Iya
donk.. karena aku sendiri merasa susah buat terima nasehat. egoismenya
ada. Yakin dirimu nggak merasa apa-apa kalo dikritik atau dinasehati?
hehe.. kalo biasa aja, top masyaAllah aku salut..
Padahal yang sebenarnya tu..dinasehati adalah tanda dia menyayangi , tanda dia mencintai dan juga sebaliknya, karena aku mencintai dia, maka yang kuinginkan adalah kebaikan buat dia.
Sementara kalau aku berada pada posisi menasehati,ketika nasehatku yang ditolak itu rasanya nano-nano gimanaa.. gitu, rasanya..kaya ada yang nusuk-nusuk gitu..hehe
maka bersabarlah..itu!
:D
dicoba lagi di lain waktu. gagal lagi, coba lagi, jangan menyerah!
mungkin cara menasehati akan lebih mengena dengan menggunakan perasaan, dan bicara dari hati ke hati. karena itulah yang aku rasakan saat dinasehati orang tua. orang tuaku cenderung memakai cara ini. dan hasilnya.. taraa.. memang terasa lebih masuk ke lubuk hati. meski tetap ada egoisme yang keluar.
Saat menasehati, jangan di depan khalayak ramai, karena menurutku itu sama saja dengan menghina. Nasehati dengan kata-kata yang lembut dan sentuh hatinya.
Tak lupa selipkan do'a setiap waktu. Mohon kepada Allah agar ia menerima nasehat kita, karena kita menginginkan kebaikan baginya.
Dari Abu Ruqoyyah Tamim bin Aus Ad Daari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Agama adalah nasehat.” Kami bertanya, “Untuk siapa?” Beliau menjawab, “Bagi Allah, bagi kitab-Nya, bagi rasul-Nya, bagi pemimpin-pemimpin kaum muslimin serta bagi umat Islam umumnya.” (HR. Muslim no. 55).
Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Tidaklah sempurna iman seseorang di antara kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 13 dan Muslim no.56)
www.instagram.com/sakirei.clothing.hijabi
www.instagram.com/sakirei.clothing.stuff
www.shopee.co.id/sakireiclothing
www.tokopedia.com/sakireiclothing
Padahal yang sebenarnya tu..dinasehati adalah tanda dia menyayangi , tanda dia mencintai dan juga sebaliknya, karena aku mencintai dia, maka yang kuinginkan adalah kebaikan buat dia.
Sementara kalau aku berada pada posisi menasehati,ketika nasehatku yang ditolak itu rasanya nano-nano gimanaa.. gitu, rasanya..kaya ada yang nusuk-nusuk gitu..hehe
maka bersabarlah..itu!
dicoba lagi di lain waktu. gagal lagi, coba lagi, jangan menyerah!
mungkin cara menasehati akan lebih mengena dengan menggunakan perasaan, dan bicara dari hati ke hati. karena itulah yang aku rasakan saat dinasehati orang tua. orang tuaku cenderung memakai cara ini. dan hasilnya.. taraa.. memang terasa lebih masuk ke lubuk hati. meski tetap ada egoisme yang keluar.
Saat menasehati, jangan di depan khalayak ramai, karena menurutku itu sama saja dengan menghina. Nasehati dengan kata-kata yang lembut dan sentuh hatinya.
Tak lupa selipkan do'a setiap waktu. Mohon kepada Allah agar ia menerima nasehat kita, karena kita menginginkan kebaikan baginya.
Dari Abu Ruqoyyah Tamim bin Aus Ad Daari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Agama adalah nasehat.” Kami bertanya, “Untuk siapa?” Beliau menjawab, “Bagi Allah, bagi kitab-Nya, bagi rasul-Nya, bagi pemimpin-pemimpin kaum muslimin serta bagi umat Islam umumnya.” (HR. Muslim no. 55).
Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Tidaklah sempurna iman seseorang di antara kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 13 dan Muslim no.56)
www.instagram.com/sakirei.clothing.hijabi
www.instagram.com/sakirei.clothing.stuff
www.shopee.co.id/sakireiclothing
www.tokopedia.com/sakireiclothing

Comments
Post a Comment