Skip to main content

Journey on Oil Cleansing Method (First Step)

Nggak sengaja aku menemukan sebuah artikel dari plasa.com yang berjudul "Rahasia Besar Kulit Terindah." Artikel ini menarik perhatianku karena Amena atau yang biasa dikenal dengan Amenakin, seorang hijabers dari India sebagai penulisnya. Kalau yang biasa searching di youtube mengenai Hijab pasti mengenal sosok Amenakin. Yang kuketahui, kulit yang dia miliki memang mulus dan licin (seperti yang terlihat di video).

Biasa.. wanita selalu mencari cara untuk membuat tetap terlihat cantik. Aku sebagai wanita tak dapat kupungkiri ingin terlihat cantik adalah alamiah wanita. Memang kata cantik membuat wanita manapun tergila-gila mencari cara agar bisa mencapai kata cantik sesuai keinginan masing-masing mereka. Mungkin memang tidak semua wanita, ada yang cuek saja, ada juga yang istilahnya keep calm yang penting bersih, ada yang berani merogoh kocek sampai kanker asal bisa cantik, bahkan ada yang na'uzubillahi min zalik, melakukan operasi plastik demi mencapai kesempurnaan. Kalau diriku termasuk yang insyaallah biasa saja dalam urusan ini, asal orang-orang yang kusayang dan orang-orang terdekatku senang melihat diriku, dan aku pun puas dengan yang biasa-biasa saja asal bersih dan tetap terlihat indah sebagai perempuan. Islam mencintai kebersihan dan keindahan.

Kalau dalam agama kita yaitu Islam, sudah jelas kecantikan janganlah dijadikan alat untuk membuat diri kita menjadi pusat perhatian dan membuat orang-orang yang memandang berfikiran kotor. Cukup keluarga saja atau bahkan yang lebih spesifik suami kita saja yang menikmatinya. :) Ketika tampil di publik cukup tampil sederhana dan orang yang kebetulan melihat kita akan berfikir Islam itu indah dan bersih.

Wah, kembali ke topik. Jadi artikel dari Amenakin ini menarik perhatianku. Amenakin mengatakan dulu dia memiliki kulit yang tidak mulus dan berjerawat. Aku tidak tahu seberapa parah jerawat yang dia miliki. Tetapi dulu dia melakukan metode perawatan yang tidak biasa. Aku tidak mengerti apa metode yang dia pakai dulu. dan akhirnya menemukan metode terbaru yang disebut dengan OCM atau Oil Cleansing Method, dan dia berhasil menuntaskan masalah kulitnya.

Aku mencoba searching di google mengenai metode ini. Karena aku memang sedang mencari cara untuk menghindari produk-produk yang katanya aman dan natural yang dimana aku yakin yang namanya kimia pasti tidak seratus persen aman. Dulu aku memiliki kulit yang mulus saat SMP hingga SMA. Masuk tahun-tahun kuliah, entah karena gaya hidupku sebagai mahasiswi yang tidak sehat dalam makanan atau akunya memang malas merawat, atau memang kondisi kulitku yang mulai berubah seiring bertambahnya umur. Banyak faktor penyebab kulit menjadi bermasalah. Terutama wajah.

Saat tahun-tahun terakhir kuliah, kulitku benar-benar tidak mulus, muncul jerawat merah kecil-kecil yang sangat mengganggu. Kulitku sempat membaik ketika memakai krim dari jualan salah seorang teman, ada proses pengelupasan sekitar dua minggu yang itu benar-benar mengganggu penampilanku. Argh! Setelah sebulan kulitku memang bersih dan licin juga lebih putih dari biasanya. Katanya itu resep dari dokter jadi aman. Tetapi bukannya aku senang dengan hasilnya, aku malah mulai merasa tidak percaya untuk meneruskan pemakaian krim tersebut karena kulit putihku menjadi lebih putih seperti mayat dan aku merasa hasilnya terlalu cepat.

Ketika aku tidak lagi memakai krim tersebut, kulitku mulai menunjukkan perubahan yang bagiku merupakan nightmare.. Oh Allah.. No.. Jerawat yang tumbuh besar dan aku adalah orang yang tidak pernah punya jerawat yang tumbuh mengenaskan (lebay.com) Tentunya ini membuat aku sempat stress.

Kebetulan umi sedang dalam perawatan salah satu produk yang lumayan terkenal di jakarta. Ada salonnya juga. harganya kalau buat anak kuliah, hmm.. lumayan menguras kantong, menurutku sih... Akhirnya aku tertarik ikutan. Ikut ke salon to get rid of my comedo dan juga jerawat. Akhirnya aku pun membeli produk-produknya, dan setelah beberapa bulan pemakaian hasilnya perlahan mulai terlihat, dan ketika aku memakainya tidak ada yang namanya proses pengelupasan. Alhamdulillah. Aku sangat senang dengan hasilnya. bersih dan licin tetapi sayang nya membuat kulitku sedikit terlihat oily kalau nggak pakai bedak.Tetapi aku nyaman dengan produk ini. kugunakan selama tiga bulan, setelah habis aku sempat menghentikan pemakaian. Dan kulitku tetap mulus walau muncul komedo dikit-dikit. Jadi rasanya secure banget. Aku beli lagi produknya saat sudah ada uang di tangan dan mulai memakainya lagi sampai tiga bulan berikutnya.

Tetapi aku pernah membaca bahwa tidak baik juga memakai produk yang sama terus menerus. Alasannya karena akan menjadi ketergantungan dan kulit tidak akan bisa menerima benda lain. dan aku juga teringat bahwa apakah produk yang kugunakan halal? Karena bahan-bahan yang digunakan untuk krim-krim tersebut belum tentu halal. Soal halal menjadi kesulitan bagi muslim dan muslimah untuk memilih sabun, shampoo dan perawatan untuk tubuh lainnya yang bisa dipakai. Kalaupun ada halalnya, belum tentu sesuai dengan kulit. *sigh*

Akhirnya aku coba menghentikan pemakaian produk ini. dan setelah beberapa bulan, kulitku mulai kembali seperti saat aku kuliah. Tetapi tidak separah dulu. Hanya muncul jerawat-jerawat kecil dan bagiku itu tetap sangat menganggu. Akhirnya aku memutuskan memakai cara alami. Entah dari mana aku pernah menemukan artikel, membersihkan dengan kapas yang dituangi susu juga bisa menjadi alternatif pembersih muka. Terkadanga aku pakai lemon, karena kandungan dalam lemon bisa membersihkan komedo di wajah. sejauh ini kulitku begitu-begitu saja.

Akhirnya aku menemukan artikel tentang OCM (Oil Cleansing Method) ini. Aku sangat tertarik untuk mencobanya. Setelah searching dan banyak menemukan komentar positif dari para blogger yang memakainya, aku pun membeli bahan-bahan yang diperlukan untuk OCM. Banyak jenis minyak yang bisa dipakai. Akhirnya pilihanku untuk percobaan jatuh pada Grapeseed  Oil dan Olive oil. Tetapi aku baru saja mulai memakainya, dan tidak tahu akan seperti apa hasilnya ke depan. Karena yang kubaca, tiap orang bisa berbeda minyak yang sesuai. Berikut langkah-langkahnya, yang insyaallah sederhana, dapat kita lakukan sebelum berangkat ke tempat tidur:

  1. Tuangkan sejumlah minyak pada telapak tangan. Gosok kedua tangan untuk menghasilkan campuran minyak yang hangat.
  2. Pijat minyak ke wajah selama 30 – 60 detik. Coba untuk santai, dan fokus pada pemijatan yang akan meningkatkan sirkulasi darah ke kulit wajah.
  3. Ambil handuk kecil atau kain pembasuh dan basuh wajah dengan air panas. Suhu air harus sepanas yang bisa kita toleransi – tapi jangan sampai melepuh!
  4. Peras air dari kain pembasuh dan letakkan pada wajah. Santai dan biarkan uap panas dari kain pembasuh membuka pori-pori dan melepaskan semua minyak.
  5. Begitu kain pembasuh sudah kembali ke suhu ruang (beberapa detik kemudian), usap dan angkat semua minyak dari wajah.
  6. Ulangi jika kita menggunakan makeup dan masih belum sepenuhnya hilang.
Begitulah ladies.. dan bisa saja gentleman melakukannya. karena laki-laki dan perempuan sama saja dalam hal kebersihan.. Sekian untuk tulisanku hari ini. Aku akan memberikan review hasilnya seminggu ke depan dan menjelaskan lebih detail apa itu OCM atas hasil observasiku.

Comments

  1. Replies
    1. hehe.. bisa kok kakak.. AKu dah coba . memang ampuh kak. cuman belum aku critakan lagi klanjutannya. :)

      Delete
  2. say, aku udah mencoba OCM, baru 3 kali sih, tapi kog malah muncul jerawat kecil2 ya
    kmu wktu awal2 OCM juga muncul jerawat kecil2 gak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau aku sih nggak kakak... Kakak campuran OCM nya apa aja? Aku kebetulan pakai OCM nya sesekali.. nggak tiap hari sekarang.. dan kebetulan kan aku bukan ahli kulit kak. hehe.. Yang aku tau, kemungkinan berpengaruh ke jenis kulitnya sesuai atau tidak, dan hal lain-lainnya. Kalau merasa tidak cocok, lebih baik dihentikan saja kak saranku. Karena khawatirnya, mungkin tidak cocok untuk kakak

      Delete
    2. dan juga pola makan akan sangat berpengaruh untuk kulit

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Romantika hidup seorang muslimah part 1 (cerbung)

"Ada yang mau taaruf sama kamu." Deg! Jantung Alia berdegup tak menentu. Ini pertama kalinya dengan resmi ia mendengar kalimat itu dari orang tuanya. Dimana itu artinya memang telah datang waktu baginya untuk diizinkan memiliki pendamping. Alia sangat bersyukur pada Allah, telah Dia datangkan waktu untuknya masuk ke dunia taaruf dan pernikahan. Padahal selama ini dia tidak pernah sama sekali membahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan hubungan laki-laki dan perempuan dengan orang tuanya. "Ayah yang minta tolong dengan Pak Ari untuk ngenalin kamu ke dia. Sebulan yang lalu dia ketemu ayahmu dan Pak Ari. Disitu Pak Ari menyampaikan ke dia mengenai kamu dan mengirimkan foto kamu ke dia. Sebulan kemudian barulah dia merespon." Alia mendengarkan cerita Ibunya yang tampak antusias. "Nanti dia mau langsung ketemu sama kamu. 2 minggu lagi. Siapinlah CV kamu, tukeran CV dulu. " Hatinya berdesir dan degup jantungnya semakin kencang. Tak per...

Romantika Hidup Seorang Muslimah Part 3 (Cerbung)

Mata Alia langsung menangkap sosoknya dari kejauhan. Tetapi Alia tidak berkeinginan untuk datang mendekat. Akhirnya Alia hanya menunggu di dekat pintu masuk pasar bersama Adiknya. Alia menunggu kabar dari Kak Bayu. Ting! "Di Izzi Pizza saja  Ya Dik," "Baik Kak." Alia pun segera menuju lokasi pertemuan. Kak Bayu duduk bersama temannya di sudut Restoran itu. Alia berjalan menuju tempat duduk mereka berusaha keras menekan ekspresi groginya. Alia berjalan tanpa melihat ke arah mereka. Setelah dekat, mereka mempersilakan Alia dan Adiknya untuk duduk. Dan percakapan dimulai dengan pembukaan salam dari Alia, karena tak satupun dari mereka membaca salam ketika Alia dan Adiknya datang. Setelah Alia membaca salam, mereka tersenyum, "Oh iya.., Wa'alaikumsalam. Ah Elu sih!" Kak Bayu mencolek temannya sambil tersenyum malu. Mereka pun tertawa bersama. Adik Alia siap-siap menyalakan telefon genggamnya untuk merekam. Dengan ragu-ragu dia mengelu...

Cerpen:Tolong Aku butuh jawaban

Hari ini pertama kali dia mengatakan kata-kata yang super menyakitkan. Padahal permintaanku simple. Ingin dengar kata, “kamu cantik’. Tapi bahkan sebelum aku mengutarakan keinginanku untuk mendengarkan itu..   Kami mau memulai shalat. Seperti biasa kadang aku suka menggoda dia. Kadang aku iseng supaya bisa dengar dia bilang sesuatu tentangku. Aku menatap matanya.   “Bang.. aku…” menatapnya sambil tersenyum penuh harap dan memicingkan mata dengan manja.   Tiba-tiba dengan wajah yang tersenyum tapi aneh, dia mengatakan”kenapa udah judge duluan kalau nggak bilang?”   Sungguh aku terkejut bukan main.   “Ya udah kalau nggak mau bilang nggak papa.”   “mentang-mentang abang nggak bilang udah di judge duluan.”   meski singkat perdebatan kami, disini aku tidak tahan lagi karena langsung menusuk hatiku. dan dia tidak pernah melakukan ini.   “udah bang, kalau abang ngomong lagi, aku bakal nangis.   Duh , bener aja aku...