"Love is Blind"
Kalimat itu sering aku dengar diucapkan. Di saat umur sedang labil-labilnya mungkin hal ini sangat lumrah dipandang si remaja. Mau dia bandel, pernah dihukum guru, ketahuan si dia nggak buat PR, suka ngerjain temennya, hal-hal ini nggak mengurangi rasa sukanya pada si dia. Entah setan apa yang merasuki. Atau mungkin si dia tipe-tipe cowok cool yang super pintar, tampan, tapi personalitinya nggak menyenangkan dan cenderung menyebalkan. Tetep...aja hati ini deg deg ser liat si dia.
Sampai umurnya telah cukup matang untuk menikah pun, pilihan akan sang calon masih pakai kata Love is Blind. Kalau sudah tahap memilih calon pakai tiga kata itu sih,, hati-hati aja deh. Sepertinya itu suatu hal yang patut dikhawatirkan.
Memang, manusia itu nggak ada yang sempurna. Benar-benar telah Allah ciptakan manusia dengan beragam kesalahan yang pernah mereka buat, beragam sifat baik yang mereka miliki, beragam kisah hidup yang mereka lalui, semuanya Allah ciptakan dengan adil.
Allah pun menciptakan manusia itu berpasang-pasangan. Allah telah catatkan nama-nama manusia yang akan saling menjadi pasangan. Masing-masing orang memiliki kisahnya sendiri hingga akhirnya dia bertemu sang kekasih. Maka keragaman dari masing-masing manusia inilah Allah satukan dalam pernikahan, antar dua manusia.
Dari kekurangan, pasti dia memiliki kelebihan. Maka, pasangan itu Allah ciptakan untuk saling melengkapi. Jika si istri memiliki kekurangan ini, maka suami akan menutupnya dan memperbaikinya, dan sebaliknya ketika si suami memiliki kekurangan itu, maka si istrilah yang melengkapinya.
Mereka saling mendidik. Pernikahan adalah salah satu sarana untuk berda'wah dimulai dari diri sendiri, pasangan kita, anak-anak hingga ke masyarakat. Disini Love is Blind tidak bisa diakui sama sekali, karena memang manusia itu diciptakan memiliki kekurangan, tetapi bila kita memilih seorang pendamping bukan berarti kita sembarangan memilih.
Jadi Istilah Love is Blind tidak masuk akal karena Love will not blind if we love because of Allah. Semuanya atas penyerahan diri padaNya. Bermunajat di sepertiga malam, memohon petunjukNya.
Seperti kata lagu Ketika Cinta Bertasbih;
Bertuturlah cinta terukir di hatiku,
seindah samudra senja berkilau membentang,
cinta yang sejati yang tersandar di hati,
berlabuh menepi satukan karena Illahi,
Malam penuh do'a penawar rindu kasih,
munajatkan Maha cinta di atas cinta,
jika memang takdir cinta pasti bertemu,
meski kau dan aku ada di ujung dunia.. (So sweet..:p)
Ketika cinta bertasbih bagai cahya tak bertepi,
anugerah terindah itu yang kuimpikan,
harapanku tambatkan di setiap sujud malamku,
Tuhan bimbing cintaku CINTA KARENA ILLAHI..
Subhanallah.. Indahnya mencintai karena Allah :)
Semoga yang belum menemukan dapat segera ditemukan tambatan hatinya, yang sudah menemukan teruslah berdoa memohon hati yang cinta mencintai karena Allah. Amin..
Kalimat itu sering aku dengar diucapkan. Di saat umur sedang labil-labilnya mungkin hal ini sangat lumrah dipandang si remaja. Mau dia bandel, pernah dihukum guru, ketahuan si dia nggak buat PR, suka ngerjain temennya, hal-hal ini nggak mengurangi rasa sukanya pada si dia. Entah setan apa yang merasuki. Atau mungkin si dia tipe-tipe cowok cool yang super pintar, tampan, tapi personalitinya nggak menyenangkan dan cenderung menyebalkan. Tetep...aja hati ini deg deg ser liat si dia.
Sampai umurnya telah cukup matang untuk menikah pun, pilihan akan sang calon masih pakai kata Love is Blind. Kalau sudah tahap memilih calon pakai tiga kata itu sih,, hati-hati aja deh. Sepertinya itu suatu hal yang patut dikhawatirkan.
Memang, manusia itu nggak ada yang sempurna. Benar-benar telah Allah ciptakan manusia dengan beragam kesalahan yang pernah mereka buat, beragam sifat baik yang mereka miliki, beragam kisah hidup yang mereka lalui, semuanya Allah ciptakan dengan adil.
Allah pun menciptakan manusia itu berpasang-pasangan. Allah telah catatkan nama-nama manusia yang akan saling menjadi pasangan. Masing-masing orang memiliki kisahnya sendiri hingga akhirnya dia bertemu sang kekasih. Maka keragaman dari masing-masing manusia inilah Allah satukan dalam pernikahan, antar dua manusia.
Dari kekurangan, pasti dia memiliki kelebihan. Maka, pasangan itu Allah ciptakan untuk saling melengkapi. Jika si istri memiliki kekurangan ini, maka suami akan menutupnya dan memperbaikinya, dan sebaliknya ketika si suami memiliki kekurangan itu, maka si istrilah yang melengkapinya.
Mereka saling mendidik. Pernikahan adalah salah satu sarana untuk berda'wah dimulai dari diri sendiri, pasangan kita, anak-anak hingga ke masyarakat. Disini Love is Blind tidak bisa diakui sama sekali, karena memang manusia itu diciptakan memiliki kekurangan, tetapi bila kita memilih seorang pendamping bukan berarti kita sembarangan memilih.
Jadi Istilah Love is Blind tidak masuk akal karena Love will not blind if we love because of Allah. Semuanya atas penyerahan diri padaNya. Bermunajat di sepertiga malam, memohon petunjukNya.
Seperti kata lagu Ketika Cinta Bertasbih;
Bertuturlah cinta terukir di hatiku,
seindah samudra senja berkilau membentang,
cinta yang sejati yang tersandar di hati,
berlabuh menepi satukan karena Illahi,
Malam penuh do'a penawar rindu kasih,
munajatkan Maha cinta di atas cinta,
jika memang takdir cinta pasti bertemu,
meski kau dan aku ada di ujung dunia.. (So sweet..:p)
Ketika cinta bertasbih bagai cahya tak bertepi,
anugerah terindah itu yang kuimpikan,
harapanku tambatkan di setiap sujud malamku,
Tuhan bimbing cintaku CINTA KARENA ILLAHI..
Subhanallah.. Indahnya mencintai karena Allah :)
Semoga yang belum menemukan dapat segera ditemukan tambatan hatinya, yang sudah menemukan teruslah berdoa memohon hati yang cinta mencintai karena Allah. Amin..
Comments
Post a Comment