Skip to main content

Ketergantungan Manusia pada Allah

Morning kawan..

Jumua'ah Mubarakah! Semoga hari ini kita mendapatkan keberkahan dariNya dan hari-hari selanjutnya. So, I want to write about ketergantungan manusia pada Allah. Pagi ini seperti biasa di kantorku kami diberikan pencerahan yang InsyaAllah berpengaruh bagi kehidupan kami yang mendengarkannya, disampaikan oleh Ustz. Jafril Khalil.

Yakin dan bergantung pada Allah atas segalanya, baik dari rezeki, jodoh, pencapaian cita-cita, keberhasilan dalam suatu urusan, dan lain-lain semua itu secara umum disebut Tauhid. Mengesakan Allah. Allah tempat kita berkeluh kesah.Allah segala-galanya bagi kita tiada yang lain yang mampu menandingi kekuasaanNya.

Manusia hidup di muka bumi, tentunya memiliki tujuan hidup untuk mencapai keberhasilan. Keberhasilan ini tidak bisa diukur secara umum, karena tingkat keberhasilan yang dituju bagi setiap orang berbeda-beda. Bisa dari keberhasilannya dalam mencapai kekayaan yang berlimpah, keberhasilan membangun sekolah, keberhasilan dalam  mendapatkan kursi di DPR, keberhasilan dalam mencapai jabatan tertinggi di suatu organisasi, keberhasilan dalam mencapai ranking 1 di sekolah, bahkan seorang anak kecil yang sudah bisa menghitung dan menjawab dengan tepat disebut sebagai keberhasilan.

Dalam mencapai keberhasilan sudah umum bahwa tidak ada orang yang dapat berjalan dengan mulus dalam mencapainya. Seperti kita mendaki gunung, sedikit demi sedikit kita mendaki hingga bisa mencapai puncaknya. Akan tetapi perbedaannya dalam kehidupan nyata keberhasilan dalam suatu hal tidak dapat kita prediksi kapan akan kita dapatkan. Berbeda dengan gunung yang jika diukur ketinggian dan kecepatan kita berjalan serta kemungkinan-kemungkinan hambatan yang muncul masih bisa dapat diukur kemungkinan berapa hari akan mencapai puncaknya. Sementara dalam kehidupan nyata tak ada yang bisa memastikan dengan tepat, karena semuanya bergantung pada Allah SWT.

Allah sangat suka dengan hamba-hambaNya yang sangat bergantung padaNya. Allah senang kepada hamba-hambaNya yang bersimpuh, menangis memohon pertolongan padaNya. Manusia itu sendiri pun tak akan mampu melakukan sesuatu tanpa pertolongan Allah. Dalam menghadapi tantangan dan ujian yang pasti ada dan tak akan pernah berhenti inilah kita sepatutnya bergantung kepada Allah. Meyakini bahwa Allah akan mendampingi kita hingga mencapai puncak, bahkan jika ketika kita sudah mencapai puncak bukan tidak mungkin suatu saat nanti kita akan kembali turun. Tetaplah bergantung pada Allah kapan pun itu.


Allah berfirman,  "cukuplah Allah bagiku, tiada Tuhan selain Dia, hanya kepadaNya aku bertawakal. (QS. At-Taubah: 129)


Dari ayat ini Allah menyampaikan pada manusia, sungguh satu-satunya tempat kita bergantung hanyalah Dia Pencipta kita.


Narasumber: Jafril Khalil
Penulis: yang empunya blog




Comments

Popular posts from this blog

Romantika hidup seorang muslimah part 1 (cerbung)

"Ada yang mau taaruf sama kamu." Deg! Jantung Alia berdegup tak menentu. Ini pertama kalinya dengan resmi ia mendengar kalimat itu dari orang tuanya. Dimana itu artinya memang telah datang waktu baginya untuk diizinkan memiliki pendamping. Alia sangat bersyukur pada Allah, telah Dia datangkan waktu untuknya masuk ke dunia taaruf dan pernikahan. Padahal selama ini dia tidak pernah sama sekali membahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan hubungan laki-laki dan perempuan dengan orang tuanya. "Ayah yang minta tolong dengan Pak Ari untuk ngenalin kamu ke dia. Sebulan yang lalu dia ketemu ayahmu dan Pak Ari. Disitu Pak Ari menyampaikan ke dia mengenai kamu dan mengirimkan foto kamu ke dia. Sebulan kemudian barulah dia merespon." Alia mendengarkan cerita Ibunya yang tampak antusias. "Nanti dia mau langsung ketemu sama kamu. 2 minggu lagi. Siapinlah CV kamu, tukeran CV dulu. " Hatinya berdesir dan degup jantungnya semakin kencang. Tak per...

Romantika Hidup Seorang Muslimah Part 3 (Cerbung)

Mata Alia langsung menangkap sosoknya dari kejauhan. Tetapi Alia tidak berkeinginan untuk datang mendekat. Akhirnya Alia hanya menunggu di dekat pintu masuk pasar bersama Adiknya. Alia menunggu kabar dari Kak Bayu. Ting! "Di Izzi Pizza saja  Ya Dik," "Baik Kak." Alia pun segera menuju lokasi pertemuan. Kak Bayu duduk bersama temannya di sudut Restoran itu. Alia berjalan menuju tempat duduk mereka berusaha keras menekan ekspresi groginya. Alia berjalan tanpa melihat ke arah mereka. Setelah dekat, mereka mempersilakan Alia dan Adiknya untuk duduk. Dan percakapan dimulai dengan pembukaan salam dari Alia, karena tak satupun dari mereka membaca salam ketika Alia dan Adiknya datang. Setelah Alia membaca salam, mereka tersenyum, "Oh iya.., Wa'alaikumsalam. Ah Elu sih!" Kak Bayu mencolek temannya sambil tersenyum malu. Mereka pun tertawa bersama. Adik Alia siap-siap menyalakan telefon genggamnya untuk merekam. Dengan ragu-ragu dia mengelu...

Cerpen:Tolong Aku butuh jawaban

Hari ini pertama kali dia mengatakan kata-kata yang super menyakitkan. Padahal permintaanku simple. Ingin dengar kata, “kamu cantik’. Tapi bahkan sebelum aku mengutarakan keinginanku untuk mendengarkan itu..   Kami mau memulai shalat. Seperti biasa kadang aku suka menggoda dia. Kadang aku iseng supaya bisa dengar dia bilang sesuatu tentangku. Aku menatap matanya.   “Bang.. aku…” menatapnya sambil tersenyum penuh harap dan memicingkan mata dengan manja.   Tiba-tiba dengan wajah yang tersenyum tapi aneh, dia mengatakan”kenapa udah judge duluan kalau nggak bilang?”   Sungguh aku terkejut bukan main.   “Ya udah kalau nggak mau bilang nggak papa.”   “mentang-mentang abang nggak bilang udah di judge duluan.”   meski singkat perdebatan kami, disini aku tidak tahan lagi karena langsung menusuk hatiku. dan dia tidak pernah melakukan ini.   “udah bang, kalau abang ngomong lagi, aku bakal nangis.   Duh , bener aja aku...