Skip to main content

Modern Minang's Wedding Days (Second and Third D)

So, this is the second day of Kak Citra's wedding Event. Actually I did not attend the second days. I visited my grandfather (father's father). He was in bad condition, it's kind of understandable illness because his age has reach up to 80. At 10 o'clock all of my cousins, uncles and aunts who was slept at the same hotel with us, departed to the place where the second D of the wedding took place, meanwhile I and my family got ready to go to my grandfather's place.

For the second day, the wedding reception took at Bang Dody's place. Actually, my cousin's wedding celebration is not pure Minang's wedding tradition anymore. It's mix with modern style. Because Minang's wedding tradition is such a complicated and little bit troublesome. On this day, Kak Citra as a bride will go to the husband's home. They celebrated the wedding by wearing a minang costume's tradition. Kak Citra will wear such a big crown which is called,"suntiang Gadang".
Kak Citra wearing the "suntiang gadang"

I dont know exactly how was the procession of the wedding reception at Bang Dodi's home. I enjoyed my visiting to my grandfather's place. I and my family depart from Padang around 10 o'clock. We used my father's friend car. Our destination is Teluk Bayur, where my grandfather lied and got treated from my aunt (father's little sister). I enjoyed the view of Teluk Bayur along the way to reach our destination. It was the first time I saw Teluk Bayur. It was so.... beautiful! I love it! But I did not have a chance to took a clear photo of Teluk Bayur.


Teluk Bayur

Teluk Bayur
We arrived around 2 p.m. It took for more than 3 hours to reach the place. I greeted my grandfather, he looked so.. weak, lying on the bed. All of us talked to him and cheers him. He looked happy. We called him "Pakwo". Actually "Pakwo" is used for uncle in Minang tradition. But I do not how and when, all of his grandchildren called him "Pakwo".

I heard some weird stories about Pakwo. My aunt treated him very well. But, my aunt reported to my father that pakwo always angry and behave like a child. Even sometimes, Pakwo made aunt cried. But, my aunt is such a great daughter. She always treat him very well. But, when we came all of that report seems like such a lie story. But, I believe my grandfather age is reach to the "very old.. age" It's not weird to heard how he behave. We spend about four hours at my aunt home and back to Padang.

Tomorrow, is the last days! The reception held at Kak Citra's home. And after all it was such a great wedding event! Barakallahulakuma wa barakah 'alaikuma wa jama'a bainakuma fi khair.. Citra Ferima & Akhmad Dody Setiawan..


Here's some of my family photos, We used such a beautiful costumes.. Thank u my sissy Citra..


With my beautiful cousins


My sister and my handsome cousins
My Grandfather with his children (My mother, aunts and uncles)








 

Comments

Popular posts from this blog

Romantika hidup seorang muslimah part 1 (cerbung)

"Ada yang mau taaruf sama kamu." Deg! Jantung Alia berdegup tak menentu. Ini pertama kalinya dengan resmi ia mendengar kalimat itu dari orang tuanya. Dimana itu artinya memang telah datang waktu baginya untuk diizinkan memiliki pendamping. Alia sangat bersyukur pada Allah, telah Dia datangkan waktu untuknya masuk ke dunia taaruf dan pernikahan. Padahal selama ini dia tidak pernah sama sekali membahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan hubungan laki-laki dan perempuan dengan orang tuanya. "Ayah yang minta tolong dengan Pak Ari untuk ngenalin kamu ke dia. Sebulan yang lalu dia ketemu ayahmu dan Pak Ari. Disitu Pak Ari menyampaikan ke dia mengenai kamu dan mengirimkan foto kamu ke dia. Sebulan kemudian barulah dia merespon." Alia mendengarkan cerita Ibunya yang tampak antusias. "Nanti dia mau langsung ketemu sama kamu. 2 minggu lagi. Siapinlah CV kamu, tukeran CV dulu. " Hatinya berdesir dan degup jantungnya semakin kencang. Tak per...

Romantika Hidup Seorang Muslimah Part 3 (Cerbung)

Mata Alia langsung menangkap sosoknya dari kejauhan. Tetapi Alia tidak berkeinginan untuk datang mendekat. Akhirnya Alia hanya menunggu di dekat pintu masuk pasar bersama Adiknya. Alia menunggu kabar dari Kak Bayu. Ting! "Di Izzi Pizza saja  Ya Dik," "Baik Kak." Alia pun segera menuju lokasi pertemuan. Kak Bayu duduk bersama temannya di sudut Restoran itu. Alia berjalan menuju tempat duduk mereka berusaha keras menekan ekspresi groginya. Alia berjalan tanpa melihat ke arah mereka. Setelah dekat, mereka mempersilakan Alia dan Adiknya untuk duduk. Dan percakapan dimulai dengan pembukaan salam dari Alia, karena tak satupun dari mereka membaca salam ketika Alia dan Adiknya datang. Setelah Alia membaca salam, mereka tersenyum, "Oh iya.., Wa'alaikumsalam. Ah Elu sih!" Kak Bayu mencolek temannya sambil tersenyum malu. Mereka pun tertawa bersama. Adik Alia siap-siap menyalakan telefon genggamnya untuk merekam. Dengan ragu-ragu dia mengelu...

Cerpen:Tolong Aku butuh jawaban

Hari ini pertama kali dia mengatakan kata-kata yang super menyakitkan. Padahal permintaanku simple. Ingin dengar kata, “kamu cantik’. Tapi bahkan sebelum aku mengutarakan keinginanku untuk mendengarkan itu..   Kami mau memulai shalat. Seperti biasa kadang aku suka menggoda dia. Kadang aku iseng supaya bisa dengar dia bilang sesuatu tentangku. Aku menatap matanya.   “Bang.. aku…” menatapnya sambil tersenyum penuh harap dan memicingkan mata dengan manja.   Tiba-tiba dengan wajah yang tersenyum tapi aneh, dia mengatakan”kenapa udah judge duluan kalau nggak bilang?”   Sungguh aku terkejut bukan main.   “Ya udah kalau nggak mau bilang nggak papa.”   “mentang-mentang abang nggak bilang udah di judge duluan.”   meski singkat perdebatan kami, disini aku tidak tahan lagi karena langsung menusuk hatiku. dan dia tidak pernah melakukan ini.   “udah bang, kalau abang ngomong lagi, aku bakal nangis.   Duh , bener aja aku...