Aku hanya seorang muslimah yang hanya ingin mengeluarkan opini terhadap apa yang sedang terjadi di sekelilingku. Menilai dari mata seorang manusia yang masih lemah imannya dibandingkan para sahabat, tabi'in, ulama dan orang-orang sholeh. Menilai dari ilmu yang pernah aku pelajari.
Aku melihat fenomena yang terjadi di kalangan Ummat Islam di masa-masa menjelangnya hari kiamat ini. sungguh amat menyedihkan dan memalukan. Tak kubayangkan bila Rasulullah SAW melihat ummatnya di abad ini. Tak kubayangkan bila ia masih hidup di tengah-tengah kita. Pasti Beliau akan menangisi kita sepanjang malam dan mendo'akan agar ummatnya kembali mengikut Quran dan sunnahnya.Dimana-mana banyak beredar citra buruk yang keluar tentang Islam. Salah satunya adalah kalahnya ummat Islam dalam persaingan misalnya ekonomi dan hal-hal lainnya.
Maka dari itu muncullah pertanyaan , "Kenapa Ummat Islam sering kalah dalam persaingan?"
Maka dari pertanyaan ini Quran telah menjawab di dalam surat al-Maidah ayat 44:
"...Karena itu, janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku...,"
Dimana dikatakan dalam ayat ini bahwa ada kecenderungan bahwa manusia lebih takut kepada manusia. Contohnya adalah seperti, seorang anak lebih takut untuk meninggalkan shalatnya karena omelan ayah dan ibunya ketimbang karena kemurkaan Allah SWT padanya. Contoh nyata lainnya yang mungkin lebih menyedihkan lagi adalah, orang Islam takut terhadap orang-orang kafir., misal seorang anak buah lebih takut untuk meninggalkan meja kerjanya karena tidak ada izin dari bos yang merupakan kaum kafir untuk mengerjakan shalat ketimbang takut pada Allah atas kemurkaannya karena telah meninggalkan shalat.
Percayalah , Manusia yang takut pada manusia lainnya tidak akan pernah sukses. Manusia yang takut pada Allahlah yang akan meraih kesuksesan dunia dan akhirat.
Setiap manusia yang normal sudah pasti memiliki visi dan misi dalam hidupnya. untuk mencapai visi dan misi itu memerlukan effort yakni usaha untuk menggapai visi dan misinya. Dalam mencapai visi dan misi bukan hanya dari effort saja tentunya ada kekuatan besar yang memberikan kekuatan dan kemudahan pada seorang manusia yang selalu berusaha dalam hidupnya. Kekuatan terbesar itu mutlak hanya dari Allah Yang Maha Kuasa.
Hal lainnya yang membuat Ummat Islam terpuruk adalah jauhnya dari ajaran Quran dan Sunnah seperti yang telah aku sebutkan di atas. Aku akui, sekarang muslim dan muslimah lebih banyak mendengarkan musik dengan lirik-lirik yang melenakan hati dan melalaikan kita dari mengingatNya ketimbang mendengarkan lantunan ayat Quran, lebih hafal lirik lagu dibandingkan hafal ayat-ayat Quran dan hadits, lebih cenderung menghabiskan waktu mempelajari nama-nama artis dan film-film yang sedang terkenal daripada mempelajari isi Quran dan sunnah dan sejarah hidup para pahlawan Islam yang seharusnya kita idolakan ketimbang aktor dan aktris kafir yang ganteng dan cantik tetapi merusak fikiran. Akhlak yag baik pun mulai ditinggalkan.
Kembali ke topik visi dan misi, dengan kekuatan dari Allah dan dibarengi dengan usaha-usahanyalah yang membuat seseorang sukses dalam hidupnya. Terkadang kesuksesan tersebut kita banggakan dengan berlebihan sehingga menimbulkan perasaan sombong dan merasa yang paling hebat.
Marilah kita jauhi perasaan bangga yang berlebihan pada diri kita atas kelebihan-kelebihan yang telah diberikan Allah. Karena sesungguhnya segala sesuatu tidak akan ada tanpa Dia Yang Menciptakan segalanya. Allah-lah kekuatan kita.
Maka pesan dari seorang ustaz, beliau mengatakan bahwa, "seberat apapun pekerjaan dan ujian yang Allah berikan, sepanjang kita takut pada Allah maka suatu saat nanti pasti ia sukses"
Sifat-sifat mau berusaha, takut pada Allah itulah yang akan mengantarkan Ummat Islam pada kejayaan dan kemenangan.
Sesungguhnya Yang benar itu datangnya hanyalah dari Allah dan segala kekurangan datang dariku.
Wassalmualaikum wr.wb.kt.
Disimpulkan dari pengajian Ustaz Jafril Khalil pada tanggal 18 may 2012, Jumat.
Aku melihat fenomena yang terjadi di kalangan Ummat Islam di masa-masa menjelangnya hari kiamat ini. sungguh amat menyedihkan dan memalukan. Tak kubayangkan bila Rasulullah SAW melihat ummatnya di abad ini. Tak kubayangkan bila ia masih hidup di tengah-tengah kita. Pasti Beliau akan menangisi kita sepanjang malam dan mendo'akan agar ummatnya kembali mengikut Quran dan sunnahnya.Dimana-mana banyak beredar citra buruk yang keluar tentang Islam. Salah satunya adalah kalahnya ummat Islam dalam persaingan misalnya ekonomi dan hal-hal lainnya.
Maka dari itu muncullah pertanyaan , "Kenapa Ummat Islam sering kalah dalam persaingan?"
Maka dari pertanyaan ini Quran telah menjawab di dalam surat al-Maidah ayat 44:
"...Karena itu, janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku...,"
Dimana dikatakan dalam ayat ini bahwa ada kecenderungan bahwa manusia lebih takut kepada manusia. Contohnya adalah seperti, seorang anak lebih takut untuk meninggalkan shalatnya karena omelan ayah dan ibunya ketimbang karena kemurkaan Allah SWT padanya. Contoh nyata lainnya yang mungkin lebih menyedihkan lagi adalah, orang Islam takut terhadap orang-orang kafir., misal seorang anak buah lebih takut untuk meninggalkan meja kerjanya karena tidak ada izin dari bos yang merupakan kaum kafir untuk mengerjakan shalat ketimbang takut pada Allah atas kemurkaannya karena telah meninggalkan shalat.
Percayalah , Manusia yang takut pada manusia lainnya tidak akan pernah sukses. Manusia yang takut pada Allahlah yang akan meraih kesuksesan dunia dan akhirat.
Setiap manusia yang normal sudah pasti memiliki visi dan misi dalam hidupnya. untuk mencapai visi dan misi itu memerlukan effort yakni usaha untuk menggapai visi dan misinya. Dalam mencapai visi dan misi bukan hanya dari effort saja tentunya ada kekuatan besar yang memberikan kekuatan dan kemudahan pada seorang manusia yang selalu berusaha dalam hidupnya. Kekuatan terbesar itu mutlak hanya dari Allah Yang Maha Kuasa.
Hal lainnya yang membuat Ummat Islam terpuruk adalah jauhnya dari ajaran Quran dan Sunnah seperti yang telah aku sebutkan di atas. Aku akui, sekarang muslim dan muslimah lebih banyak mendengarkan musik dengan lirik-lirik yang melenakan hati dan melalaikan kita dari mengingatNya ketimbang mendengarkan lantunan ayat Quran, lebih hafal lirik lagu dibandingkan hafal ayat-ayat Quran dan hadits, lebih cenderung menghabiskan waktu mempelajari nama-nama artis dan film-film yang sedang terkenal daripada mempelajari isi Quran dan sunnah dan sejarah hidup para pahlawan Islam yang seharusnya kita idolakan ketimbang aktor dan aktris kafir yang ganteng dan cantik tetapi merusak fikiran. Akhlak yag baik pun mulai ditinggalkan.
Kembali ke topik visi dan misi, dengan kekuatan dari Allah dan dibarengi dengan usaha-usahanyalah yang membuat seseorang sukses dalam hidupnya. Terkadang kesuksesan tersebut kita banggakan dengan berlebihan sehingga menimbulkan perasaan sombong dan merasa yang paling hebat.
Marilah kita jauhi perasaan bangga yang berlebihan pada diri kita atas kelebihan-kelebihan yang telah diberikan Allah. Karena sesungguhnya segala sesuatu tidak akan ada tanpa Dia Yang Menciptakan segalanya. Allah-lah kekuatan kita.
Maka pesan dari seorang ustaz, beliau mengatakan bahwa, "seberat apapun pekerjaan dan ujian yang Allah berikan, sepanjang kita takut pada Allah maka suatu saat nanti pasti ia sukses"
Sifat-sifat mau berusaha, takut pada Allah itulah yang akan mengantarkan Ummat Islam pada kejayaan dan kemenangan.
Sesungguhnya Yang benar itu datangnya hanyalah dari Allah dan segala kekurangan datang dariku.
Wassalmualaikum wr.wb.kt.
Disimpulkan dari pengajian Ustaz Jafril Khalil pada tanggal 18 may 2012, Jumat.
Comments
Post a Comment