Skip to main content

Dikenal Garang , Lembut Hatinya

Siapapun pasti mengatakan Beliau sosok yang galak dan tegas.
Kharismanya begitu tinggi sehingga membuat orang takut.
Bagiku, Beliau bukanlah menakutkan.
Beliau yang lembut hatinya,
menangis dalam diam bila ada yang tak berkenan dariku dalam kelakuan,
dengan hatinya yang begitu lembut Aku tak berani melangkah ke arah yang salah
 Setiap hariku bersamanya jadi semakin berharga
aku semakin tua menuju umur yang cukup naik ke pelaminan
waktuku semakin sempit tebarkan bakti tuk penuhi kewajiban
tapi Aku sebagai manusia pun masih terus berbuat kekhilafan

Ayah,
sosok yang hanya sekali disebut Rasulullah
tak bisa ku ubah pernyataan sang tauladan
Tapi, tetaplah bagiku yang terpenting Kedua orangtua


Mata Beliau yang penuh pengharapan akan kesuksesan anak-anaknya
terkadang tak sanggup tuk aku tatap
Aku takut kegagalan menerpa, hati Beliau sengsara
Tak ingin aku lihat ada air mata di dalamnya
Aku berusaha,
dan berusaha,
dan berusaha,

Beliaulah yang mengajari Tuhanku siapa
Beliau pulalah yang membimbingku kebenaran hakiki itu dari mana asalnya
 Hari demi hari beliau contohkan Sunnah Rasul tuk Aku ikuti
terus menerus menuntut ilmu agar Aku pun jejaki,
Menafkahi keluarga tuk beribadah dan kewajiban pun terpenuhi
Mencintai keluarga sepenuh hati tuk keharmonisan walau tak abadi,

Masa-masa kecil Beliau yang tak pernah aku bayangkan bila aku yang mengalaminya
Membuat aku mengerti akan perasaannya yang lembut
Tapi terkadang aku khilaf dan lupa tuk tunjukkan kasih sayangku padanya
Tak ingin aku buat Beliau diterpa kesedihan semacam itu lagi


Beliau sosok yang kukagumi,
Tegas dalam berkata dan berbuat,
menantang perbuatan yang tak Allah sukai,
menjaga perbuatan baik dan ikuti Sunnah Nabi
Marah ketika melihat hal yang jauh dari ajaran Illahi
Hidup Beliau sepenuhnya dikorbankan untuk yang terkasihi
Setengah dari hidup Beliau dihabiskan tuk kesejahteraan kami

Ayah cintamu yang luas seluas langit begitu meresap ke dalam relung hatiku
Aku banyak belajar darimu.
Aku mencintaimu


02/02, in ma room



 

Comments

Popular posts from this blog

Romantika hidup seorang muslimah part 1 (cerbung)

"Ada yang mau taaruf sama kamu." Deg! Jantung Alia berdegup tak menentu. Ini pertama kalinya dengan resmi ia mendengar kalimat itu dari orang tuanya. Dimana itu artinya memang telah datang waktu baginya untuk diizinkan memiliki pendamping. Alia sangat bersyukur pada Allah, telah Dia datangkan waktu untuknya masuk ke dunia taaruf dan pernikahan. Padahal selama ini dia tidak pernah sama sekali membahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan hubungan laki-laki dan perempuan dengan orang tuanya. "Ayah yang minta tolong dengan Pak Ari untuk ngenalin kamu ke dia. Sebulan yang lalu dia ketemu ayahmu dan Pak Ari. Disitu Pak Ari menyampaikan ke dia mengenai kamu dan mengirimkan foto kamu ke dia. Sebulan kemudian barulah dia merespon." Alia mendengarkan cerita Ibunya yang tampak antusias. "Nanti dia mau langsung ketemu sama kamu. 2 minggu lagi. Siapinlah CV kamu, tukeran CV dulu. " Hatinya berdesir dan degup jantungnya semakin kencang. Tak per...

Romantika Hidup Seorang Muslimah Part 3 (Cerbung)

Mata Alia langsung menangkap sosoknya dari kejauhan. Tetapi Alia tidak berkeinginan untuk datang mendekat. Akhirnya Alia hanya menunggu di dekat pintu masuk pasar bersama Adiknya. Alia menunggu kabar dari Kak Bayu. Ting! "Di Izzi Pizza saja  Ya Dik," "Baik Kak." Alia pun segera menuju lokasi pertemuan. Kak Bayu duduk bersama temannya di sudut Restoran itu. Alia berjalan menuju tempat duduk mereka berusaha keras menekan ekspresi groginya. Alia berjalan tanpa melihat ke arah mereka. Setelah dekat, mereka mempersilakan Alia dan Adiknya untuk duduk. Dan percakapan dimulai dengan pembukaan salam dari Alia, karena tak satupun dari mereka membaca salam ketika Alia dan Adiknya datang. Setelah Alia membaca salam, mereka tersenyum, "Oh iya.., Wa'alaikumsalam. Ah Elu sih!" Kak Bayu mencolek temannya sambil tersenyum malu. Mereka pun tertawa bersama. Adik Alia siap-siap menyalakan telefon genggamnya untuk merekam. Dengan ragu-ragu dia mengelu...

Cerpen:Tolong Aku butuh jawaban

Hari ini pertama kali dia mengatakan kata-kata yang super menyakitkan. Padahal permintaanku simple. Ingin dengar kata, “kamu cantik’. Tapi bahkan sebelum aku mengutarakan keinginanku untuk mendengarkan itu..   Kami mau memulai shalat. Seperti biasa kadang aku suka menggoda dia. Kadang aku iseng supaya bisa dengar dia bilang sesuatu tentangku. Aku menatap matanya.   “Bang.. aku…” menatapnya sambil tersenyum penuh harap dan memicingkan mata dengan manja.   Tiba-tiba dengan wajah yang tersenyum tapi aneh, dia mengatakan”kenapa udah judge duluan kalau nggak bilang?”   Sungguh aku terkejut bukan main.   “Ya udah kalau nggak mau bilang nggak papa.”   “mentang-mentang abang nggak bilang udah di judge duluan.”   meski singkat perdebatan kami, disini aku tidak tahan lagi karena langsung menusuk hatiku. dan dia tidak pernah melakukan ini.   “udah bang, kalau abang ngomong lagi, aku bakal nangis.   Duh , bener aja aku...