Seperti biasa tiap minggu lingkunganku mengadakan pengajian rutin. Baru kali ini terpikir untuk menulis sambil mereview kembali atas ilmu yang aku dapatkan. Semoga aja bermanfaat bagi readers dan termasuk aku sendiri. Pengajiannya dipimpin My Lovely father. :) :) :)
Salah satu pembahasan dalam minggu ini mengenai kekuatan otak dan kekuatan hati jika dipadukan akan menghasilkan karya yang luar biasa sebagai manusia. Sudah umum kita temuin pernyataan laki-laki lebih kuat dalam berlogika dengan kata lain memutuskan segala sesuatu dengan otak dan logikanya. Bagi perempuan, mereka lebih menggunakan emosi dan perasaan. Ada pernyataan dari Imam Ghazali bahwa jika kekuatan hati dan kekuatan otak dipadukan akan lebih kuat.Orang cerdas secara emosional, spiritual dan Intelektualnya inilah yang bisa dikategorikan mampu mengimbangi kekuatan otak dan kekuatan hati. Hmm..
Menurut Aku pernyataan ini memang benar adanya. Karena manusia memang diberi kelebihan dari makhluk lainnya, yakni "Akal". Dengan akal yang kita miliki, kita gunakan untuk hal-hal yang kita perlukan agar sukses dalam mencapai tujuan. Dengan akal manusia bisa menemukan ilmu yang telah Allah ciptakan lalu berkreatifitas dengan ilmu-ilmu itu. Dengan akal pula seseorang bisa menemukan strategi-strategi untuk kehidupan yang lebih sukses. Kata orang otak yang tidak diasah dan jarang dipaki bakal tumpul. Pernyataan ini memang benar. Otak perlu kita asah terus menerus agar berkembang.
Pemakaian akal sudah Aku bahas, dan selanjutnya penggunaan hati nurani. Kita bisa cerdas dalam ilmu apapun, tapi hati pun diperlukan agar kesuksesan itu lebih terasa nikmatnya dan memang bermanfaat bagi dunia dan akhirat. Banyak manusia yang tidak mementingkan hatinya dalam menuai sukses. Contoh yang bisa aku beri, dalam berbisnis, mereka cuma mencari keuntungan dan kadang nggak peduli dengan kerugian yang dialami orang lain atas keuntungan yang ia dapatkan.
Para pebisinis seperti itu, mereka memang cerdas dalam meningkatkan keuntungannya. Tetapi, karena mereka tidak menggunakan hatinya maka apapun ia tidak akan pedulikan asal keuntungannya meningkat. Disini bisa terlihat bahwa hati dan otaknya tidak dipakai secara bersamaan atau dengan kata lain tidak termenej dengan baik.
Keseimbangan antara hati dan pikiran itu, bagi Erbe Sentanu – Founder Katahati Institute, bisa digunakan untuk memanajemen “nafsu”. Menurutnya, manusia memiliki sistem navigasi hati, yang terdiri dari kemauan sendiri atau nafsu dan kekuatan Ilahi atau Harmoni.
Terkadang memang sulit untuk dipahami, bagaimana caranya mensinkronkan hati dan otak ya??..Tetapi disitu pulalah letaknya tantangannya dan keindahan juga bagi seorang manusia. Karena dua-duanya adalah pemberian Allah. Allah sungguh Maha Besar dengan segala penciptaanNya.
Salah satu pembahasan dalam minggu ini mengenai kekuatan otak dan kekuatan hati jika dipadukan akan menghasilkan karya yang luar biasa sebagai manusia. Sudah umum kita temuin pernyataan laki-laki lebih kuat dalam berlogika dengan kata lain memutuskan segala sesuatu dengan otak dan logikanya. Bagi perempuan, mereka lebih menggunakan emosi dan perasaan. Ada pernyataan dari Imam Ghazali bahwa jika kekuatan hati dan kekuatan otak dipadukan akan lebih kuat.Orang cerdas secara emosional, spiritual dan Intelektualnya inilah yang bisa dikategorikan mampu mengimbangi kekuatan otak dan kekuatan hati. Hmm..
Menurut Aku pernyataan ini memang benar adanya. Karena manusia memang diberi kelebihan dari makhluk lainnya, yakni "Akal". Dengan akal yang kita miliki, kita gunakan untuk hal-hal yang kita perlukan agar sukses dalam mencapai tujuan. Dengan akal manusia bisa menemukan ilmu yang telah Allah ciptakan lalu berkreatifitas dengan ilmu-ilmu itu. Dengan akal pula seseorang bisa menemukan strategi-strategi untuk kehidupan yang lebih sukses. Kata orang otak yang tidak diasah dan jarang dipaki bakal tumpul. Pernyataan ini memang benar. Otak perlu kita asah terus menerus agar berkembang.
Pemakaian akal sudah Aku bahas, dan selanjutnya penggunaan hati nurani. Kita bisa cerdas dalam ilmu apapun, tapi hati pun diperlukan agar kesuksesan itu lebih terasa nikmatnya dan memang bermanfaat bagi dunia dan akhirat. Banyak manusia yang tidak mementingkan hatinya dalam menuai sukses. Contoh yang bisa aku beri, dalam berbisnis, mereka cuma mencari keuntungan dan kadang nggak peduli dengan kerugian yang dialami orang lain atas keuntungan yang ia dapatkan.
Para pebisinis seperti itu, mereka memang cerdas dalam meningkatkan keuntungannya. Tetapi, karena mereka tidak menggunakan hatinya maka apapun ia tidak akan pedulikan asal keuntungannya meningkat. Disini bisa terlihat bahwa hati dan otaknya tidak dipakai secara bersamaan atau dengan kata lain tidak termenej dengan baik.
Keseimbangan antara hati dan pikiran itu, bagi Erbe Sentanu – Founder Katahati Institute, bisa digunakan untuk memanajemen “nafsu”. Menurutnya, manusia memiliki sistem navigasi hati, yang terdiri dari kemauan sendiri atau nafsu dan kekuatan Ilahi atau Harmoni.
Terkadang memang sulit untuk dipahami, bagaimana caranya mensinkronkan hati dan otak ya??..Tetapi disitu pulalah letaknya tantangannya dan keindahan juga bagi seorang manusia. Karena dua-duanya adalah pemberian Allah. Allah sungguh Maha Besar dengan segala penciptaanNya.

Comments
Post a Comment